Jababeka, “Hollywood-nya” Indonesia
Mewakili perusahaan dalam rangka memenuhi undangan dari PT Jababeka Tbk., Cikarang (20/08), terkait dengan akan dijadikannya kawasan tersebut sebagai “The first one stop film and TV industry centre in Indonesia” merupakan pengalaman yang sangat menarik bagi saya.
Launching acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintahan pusat dan daerah, diantaranya Menteri Perdagangan (Mari Elka Pangestu), Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Jero Wacik), Wakil Bupati Bekasi (diwakili), Gubernur Jawa Barat (diwakili) serta beberapa pejabat teras pemerintahan daerah lainnya.
Sementara itu dari kalangan pengusaha, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang turut berpartisipasi dalam proyek tersebut, diantaranya Presiden Direktur PT Jababeka Tbk., (Setyono Djuandi Darmono), Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia (Tony Chen), Presiden Direktur PT Tripar Multivision Plus (Raam Punjabi) serta para pelaku bisnis lainnya, menjadikan suasana launching “movieland” menjadi semakin elegan dan berkelas.
Sayangnya, sudut pandang para tamu undangan nampaknya agak terganggu dan tidak terlalu fokus pada pidato-pidato formil para pejabat terkait, karena mereka lebih memilih untuk melirik para tamu undangan VIP dari kalangan selebritis. Maklum saja jarang-jarang didepan mata kita “seliweran” orang-orang tenar (public figure) yang seringkali hanya terlihat pada layar kaca dirumah kita.
Mereka yang hadir dari kalangan selebritis diantaranya adalah Didi Petet, Anjasmara, Teuku Jacki, dan tokoh-tokoh insan perfilman lainnya. Kehadiran mereka juga didampingi oleh bintang-bintang muda sinetron tanah air yang turut hadir meramaikan jalannya acara tersebut.
Komitment pemerintah untuk menjadikan kawasan Jababeka sebagai “The first one stop film and TV industry centre in Indonesia” merupakan sebuah kabar baik bagi insan perfilm-an dan industri televisi ditanah air.
Dibuka oleh pidato dari tuan rumah, Presiden Direktur PT Jababeka Tbk., (Setyono Djuandi Darmono), acara berlangsung cukup meriah. Untuk merealisasikan kawasan “movieland” tersebut, saat ini pihak Jababeka telah mempersiapkan lahan seluas 40 hektar untuk mendukung aktivitas industri televisi dan perfilman tersebut.
Sementara itu Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu tetap fokus terhadap “ekonomi kreatif” yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Sentralisasi industri perfilman dan televisi ditanah air akan menjadikan sebuah efisiensi yang luar biasa dan cukup efektif untuk mendatangkan investor yang tertarik pada industri perfilman dan televisi di tanah air.
Raam Ponjabi yang juga turut terlibat sebagai partner dalam pembangunan kawasan tersebut telah berkomitmen akan memindahkan semua rumah produksinya secara bertahap dalam waktu dekat pada kawasan tersebut, termasuk artis dan para kru-nya. Sementara itu Microsoft juga siap mensupport software-software yang terkait dengan industri televisi dan perfilman tersebut.
Pidato terakhir ditutup oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik yang sekaligus menandai “peletakan batu pertama” pembangunan kawasan “movieland” tersebut. Jero juga menyampaikan agar realisasi pembangunan kawasan tersebut bisa lebih cepat dari yang sudah ditargetkan, dengan harapan akan membawa dampak yang cukup signifikan terhadap industri perfilman kita guna mengangkat citra budaya Indonesia dimata Internasional.
Sebuah cita-cita yang sangat luar biasa nampaknya, mudah-mudahan proyek menjadikan kawasan Jababeka sebagai “hollywood-nya” Indonesia tersebut tidak hanya sekedar “wacana” saja dan bisa dengan segera direalisasikan, sehingga perkembangan industri perfilman ditanah air akan semakin bergairah untuk menghasilkan sebuah karya film yang berskala internasional J. (yy)



August 22nd, 2008 at 3:42 am
Liputan yang komplit, langsung dari yang menghadiri acaranya di Jababeka.
Nah…ada rencana pindah dekat2 rumah saya di Cikarang? Nanti kayak Beverly Hills lho, soale bakal banyak artis2 yg tinggal dekat2 sini karena dekat Hollywood Indonesia..hehehe
August 22nd, 2008 at 9:36 am
itu yang lagi saya pikirin mas, kayaknya oke juga tetangga-an sama selebritis, siapa tau bisa nular tenarnya, tapi mahal ga ya?????
hiks…hiks….hiks…..
August 23rd, 2008 at 7:42 pm
setuju banget yul…
emang sekarang jababeka merupakan pusat segalanya pusat baik industri maupun mungkin perumahannya, tapi mungkin hawanya aja kali ya yang rada rada panas gitu
August 31st, 2008 at 10:55 pm
[...] stop film and TV industry centre in Indonesia” atau nantinya akan lebih dikenal dengan sebutan “Hollywood-nya Indonesia” (informasi lebih lengkapnya bisa anda lihat pada tulisan saya sebelumnya, yaitu saat menghadiri [...]
August 21st, 2009 at 8:44 am
[...] stop film and TV industry centre in Indonesia” atau nantinya akan lebih dikenal dengan sebutan “Hollywood-nya Indonesia” (informasi lebih lengkapnya bisa anda lihat pada link diatas, yaitu saat saya menghadiri [...]
August 31st, 2009 at 10:19 am
[...] stop film and TV industry centre in Indonesia” atau nantinya akan lebih dikenal dengan sebutan “Hollywood-nya Indonesia” (informasi lebih lengkapnya bisa anda lihat pada link diatas, yaitu saat saya menghadiri [...]
May 2nd, 2010 at 2:40 pm
[...] stop film and TV industry centre in Indonesia” atau nantinya akan lebih dikenal dengan sebutan “Hollywood-nya Indonesia” (informasi lebih lengkapnya bisa anda lihat pada link diatas, yaitu saat saya menghadiri [...]