Right issue Adhi, menghilangkan hak mayoritas pemerintah
Dengan melihat kondisi pasar keuangan saat ini, Menteri Negara BUMN, Sofyan A. Djalil masih belum yakin terkait dengan rencana PT Adhi Karya Tbk (Adhi) untuk melakukan aksi korporasi melalui right issue. Namun pemerintah tetap mengupayakan agar aksi korporasi tersebut bisa direalisasikan sebelum akhir tahun 2008.
Komposisi saham Adhi hingga akhir tahun 2007 lalu adalah 85,5903% dimiliki oleh investor lokal, yang terdiri atas Pemerintah RI sebesar 51,0004%, Masyarakat Indonesia sebesar 7,8285%, Karyawan Perusahaan sebanyak 0,0006%, Yayasan sebesar 0,1547%, Dana Pensiun sebesar 4,4621%, Asuransi sebesar 2,9893, Perusahaan Swasta sebesar 4,0683% dan yang terakhir adalah Dana Reksa sebesar 15,0864% (www.adhi.co.id).
Sementara itu, sisanya sebesar 14,4098% lagi dimiliki oleh investor asing dengan komposisi kepemilikan saham terdiri atas 0,1354% dimiliki oleh Warga Negara Asing (WNA) dan sisanya yang sebesar 14,2744% lagi dimiliki oleh Institusi Asing.
Dalam rapat panitia kerja privatisasi beberapa waktu lalu, sebenarnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berharap agar saham pemerintah yang sebesar 51% pada Adhi Karya tidak terdilusi menjadi di bawah 50%, karena jika itu terjadi maka saham pemerintah otomatis akan berkurang, dan pastinya tak akan menjadi mayoritas lagi (www.bisnis.com).
Please also visit this article at:


