Syuting “Indahnya Puasa” di Televisi Nusantara (TVN)
Satu persatu pengalaman menarik mulai mewarnai hidup saya, diundang menjadi nara sumber (28/08/08) dalam sebuah acara drama televisi (menurut informasi tayangnya tanggal 05 09 September 2008, Jam 17:00-18:00 WIB, so, don’t miss it guys !!!…) menyambut bulan puasa oleh stasiun TV yang tergolong masih baru (masih siaran percobaan) namun menurut saya cukup prospektif, yaitu Televisi Nusantara (TVN) yang Production House (PH) nya berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.
Mungkin anda berpikir kok jauh sekali yach PH-nya? Padahal kantor pusatnya ada dikawasan sentra bisnis ternama di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Sebenarnya bukanlah hal yang aneh mengapa Cikarang yang dipilih oleh TVN sebagai salah satu markas mereka.
Hal ini tentunya terkait dengan rencana pemerintah yang akan menjadikan kawasan Cikarang, tepatnya di Jababeka II, sebagai “The first one stop film and TV industry centre in Indonesia” atau nantinya akan lebih dikenal dengan sebutan “Hollywood-nya Indonesia” (informasi lebih lengkapnya bisa anda lihat pada tulisan saya sebelumnya, yaitu saat menghadiri launching acara tersebut).
Rencananya, acara tersebut akan tayang saat menanti Adzan Maghrib terjelang, kalau tidak salah nama acaranya adalah “Indahnya Puasa”. Bersama komedian senior, mas Unang (Papahnya Indra), selebritis cantik dan tersohor, mba Devi Permatasari (Mamahnya Indra), jebolan Akademi Pelawak Indonesia (API) Ragil (Indra) yang kocak abis dan juga artis pendatang baru, Nurul (Adiknya Indra) serta dengan di iringi oleh “Simple Band” yang saat ini sudah hampir menelorkan dua album sebagai guest star-nya, menjadikan acara tersebut semakin hidup dan penuh warna.
Dikemas dalam sebuah tema acara yang menarik (menurut saya), yaitu “Hemat Bukan Pelit”, menjadikan tayangan pada episode tersebut menjadi lebih bermakna, dimana kita bisa belajar “sesuatu” hal yang positif, sambil menunggu waktu “ngabuburit” serta menanti suara bedug maghrib mulai berkumandang yang menandai saatnya berbuka puasa.
Sekilas, sebagian orang awam mungkin berpendapat bahwa orang hemat itu sama dengan pelit, tidak keliru memang, karena mereka hanya melihat dalam satu sudut pandang yaitu “efisien dalam mengeluarkan uang”, namun jika kita kaji lebih mendalam ternyata hemat itu sama sekali berbeda dengan pelit, mengapa demikian? berikut ini adalah analogi yang dapat saya sampaikan:
Pelit:
· Saat kita memiliki kesempatan untuk menggunakan berbagai macam alternatif transportasi umum (misalnya: taxi, busway, bajaj, ojek motor, mikrolet, dsb) untuk pergi kesebuah lokasi, kita akan memilih transportasi umum yang paling sedikit mengeluarkan biaya (misalnya: mikrolet), tanpa mempertimbangkan aspek kebutuhan serta manfaat yang akan kita terima dari pilihan kita tersebut.
· Seorang yang pelit, berusaha untuk tidak mengeluarkan uang, meskipun untuk diri sendiri, apalagi jika harus mengeluarkan uang untuk kepentingan orang lain (sering disebut sebagai orang yang kikir).
Hemat:
· Saat kita memiliki kesempatan untuk menggunakan berbagai macam alternatif transportasi umum (misalnya: taxi, busway, bajaj, ojek motor, mikrolet, dsb) untuk pergi kesebuah lokasi, kita akan memilih transportasi umum yang paling sedikit mengeluarkan biaya (misalnya: mikrolet), namun tetap dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan serta manfaat yang akan kita terima dari pilihan kita tersebut (proporsional).
· Seorang yang hemat, mungkin saja akan memilih naik taxi ketimbang mikrolet, jikalau dirasakan ada faktor-faktor tertentu (dengan menggunakan logika) yang jika dengan menggunakan taxi manfaat yang di dapatkan sesuai dengan tingkat kebutuhannya pada saat itu (misalnya: harus menghadiri undangan pejabat, terkait dengan kenaikan pangkat-nya).
· Seorang yang hemat, rela mengeluarkan uang Rp. 1.000.000 untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan manfaat yang di inginkannya, namun ia tidak akan rela mengeluarkan uang, meskipun hanya Rp. 1.000 untuk sesuatu hal yang sama sekali tidak dibutuhkan.
Berdasarkan analogi yang saya sampaikan tersebut, bisa disimpulkan bahwa definisi hemat dan pelit kurang lebih adalah sebagai berikut:
Pelit:
· Tidak ada pengeluaran untuk orang lain, apalagi jika dirasa pengeluaran yang dilakukan tidak akan mendatangkan manfaat baginya (bersifat egosentris).
· Orang pelit cenderung sombong, karena sifat dasarnya yang sangat egosentris tadi, mementingkan diri sendiri, tidak pernah memikirkan bagaimana nasib orang lain meskipun bisa membantu.
· Jika menggunakan sesuatu (listrik, air, dsb) dipakai sesedikit mungkin, tanpa mempertimbangkan aspek lainnya (logika berpikir).
· Salah satu ciri orang yang pelit adalah tidak memiliki teman, karena biasanya mereka sangat khawatir dimintai pinjaman uang oleh temannya tersebut.
Hemat:
· Menggunakan sesuatu (uang) dengan cermat dan berhati-hati agar tidak lekas habis.
· Tidak ada pengeluaran untuk hal-hal yang tidak sedang dibutuhkan, bisa menempatkan setiap pengeluaran sesuai dengan porsinya (proforsional).
· Hemat merupakan sikap dasar yang dalam memanfaatkan sesuatu akan dilakukan secara efektif dan efisien.
· Jika menggunakan sesuatu (listrik, air, dsb) dipakai seperlunya (sesuai dengan kebutuhan), karena biasa berpikir dengan menggunakan logika
· Salah satu ciri orang yang hemat adalah sudah memiliki tabungan
Sementara itu jika kita coba mengkaji lebih dalam lagi, HEMAT menurut ALQUR’AN adalah sebagaimana sudah disampaikan melalui Surat Al-Furqan, ayat ke 67, yang mengatakan sebagai berikut:: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”.
Sedangkan HEMAT menurut HADITS, adalah sebagaimana disampaikan melalui HR. Ahmad yang menyatakan sebagai berikut: “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan dengan pertengahan, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga pada hari dia miskin dan membutuhkannya. Dan “Tidak akan miskin orang yang bersikap pertengahan dalam pengeluaran.”
Salah seorang sastrawan ternama di Indonesia, Buya Hamka (Alm.), juga pernah melakukan pendefinisian terhadap HEMAT dan PELIT, yaitu sebagaimana disampaikan sebagai berikut: “Jangan serupakan diantara Hemat dan Bakhil (Pelit), karena orang yang hemat memperhitungkan perbelanjaannya, uang masuk dan uang keluar dengan tujuan apabila perlu dapat membelanjakan harta itu menurut yang sepatutnya. Tetapi orang yang bakhil mengumpulkan harta dengan tujuan semata-mata hanya menumpuknya. Orang yang Hemat mengatur hartanya, orang yang Bakhil (Pelit) diatur oleh hartanya“.
Penjelasan diatas memang tidak semuanya bisa saya sampaikan pada saat syuting berlangsung di TVN, hal ini mengingat singkatnya waktu yang diberikan produser (mas Didit Aloy), namun demikian Insya Allah akan tetap bermanfaat buat pemirsa TVN (cuplikan videonya Insya Allah akan saya posting menyusul dalam website ini).
Padatnya jadwal syuting (3 episode dalam satu hari) membuat molornya giliran saya, setelah hampir 4 jam antri menunggu giliran, akhirnya kira-kira jam 22.00 WIB kebagian juga tampil dikamera. Sebetulnya sudah agak cape dan lelah sich, tapi ya gimana lagi itulah konsekuensinya. Tak terbayangkan bagaimana rasanya menjadi artis sungguhan yang harus berhadapan dengan kondisi tersebut setiap harinya???….
Pengalaman tersebut sangat menyenangkan buat saya secara pribadi dimana saya bisa ngobrol-ngobrol dengan para selebritis ternama ditanah air, thanks buat sahabat saya “Remo-Serdadu” (jebolan API juga) yang telah mereferensikan peran tersebut dan juga buat produser serta rekan-rekan team creative TVN yang juga telah memberikan kesempatan buat saya, kalo ada lagi boleh juga tuch, dan kalo bisa yang barengan sama Dian Sastro Wardoyo or Bunga Citra Lestari gitu dech……he…he…..ngarep ???…..:)
Oh iya, terkait dengan bulan puasa yang akan kita jalankan esok hari, maka dalam kesempatan yang sangat baik ini, dengan segala kerendahan hati serta keikhlasan kami sekeluarga ingin mengucapkan: “MARHABAN ya RAMADHAN, mohon maaf lahir dan bathin atas semua kekhilafan dan kelalaian yang pernah kami lakukan, baik itu secara langsung maupun tidak langsung (termasuk melalui dunia maya), semoga Allah berkenan mengampuni semua dosa-dosa kita semua dan memberikan Barokahnya di Bulan yang penuh Hikmah ini. (yy)
Wassalamu’alaikum Wr. Wb,
The family (yulyanto-EARLY-atin)









September 2nd, 2008 at 12:52 pm
Acaranya oks buanget loch……
jadi buruan cari channel 23 uhf…….
September 2nd, 2008 at 2:49 pm
Wah..selamat jadi artis di TVN Mas Yul!
Nanti saya tonton deh, soalnya TVN masih terjangkau siarannya dirumah saya. Maklumlah dekat.
September 3rd, 2008 at 8:21 am
Wah…bapak yang satu ini tambah suksek aja yach, selain jadi dosen sekarang jadi arti juga, mudah-mudahan besok-besok ada tawaran buat jadi penyanyi, kan lengkap tuch…
oce dech selamat yach…salam buat keluarga
September 8th, 2008 at 12:48 pm
ako deh nanti aku nonton juga.abis sebel juga ya banyak tv yang bulan puasa gini tayangannya ga mutu,ga nambah iman kita.kalo ini kayanya tayangannya cukup oke.lebih kesehari2 gitu deh.aku pernah nonton juga sei hsekali waktu ngomongi ntentang selingkuh.lumayan lah buat tv lokal baru.pada nonton ginian deh daripada yang aneh2 ditontonin
September 11th, 2008 at 9:11 am
[...] janji saya pada posting sebelumnya mengenai “Syuting Indahnya Puasa di Televisi Nusantara (TVN)” pada tangal 31 Agustus 2008 lalu, berikut ini saya posting cuplikan saat acara tersebut tayang [...]
June 30th, 2010 at 9:11 pm
????????? ??????? ??????????? ?????????? ????????????? ????????? ??????????? ? ?????? ? ?????
????? ?????????? ??????? ??????? ??? ???? ???? ? ?????
????? ????? ????? ??????????? ???? ?????? ?????????? 50 ??? ???? ?? ?????? ??? ????? ????? ? ???????? ???????? ??? ???????? ??????????? ?? ?????????!