Membukukan Tulisan Kompasiana, Mungkinkah?
YA, bagaimana kalau dibukukan saja? Setujukah Anda semua?… Sepertinya ada banyak tulisan-tulisan yang berkualitas namun berserakan, yang bersumber dari para penulis (blogger) yang tergabung dalam sebuah networking yang disebut oleh Kompas.com sebagai “Journalist Blog Network”. Tulisan yang saya maksud adalah tulisan dari para jurnalis Kompas, networking Kompas, guest blogger, dan tulisan dari public blogger yang tergabung dalam sebuah komunitas yang bernama “Kompasiana” ini.
Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa nama Kompasiana baru saja diluncurkan oleh Kompas.com pada bulan lalu, yaitu bertepatan dengan penyelenggaraan Pesta Blogger 2008 (22/11/08). Peresmiannya juga ditandai dengan tulisan yang dimuat oleh kang Pepih Nugraha yang diberi judul “Selamat Datang, Public Blogger…!!!” (23/11/08), dan langsung direspon positif oleh para pembaca setia Kompas (silahkan anda lihat sendiri komentar yang masuk pada tulisan tersebut…..).
Hal ini membuktikan bahwa saat ini Kompasiana telah menjadi salah satu media alternatif buat para pembaca setia Kompas. Selain itu ada banyak blogger Kompas, blogger publik maupun blogger tamu yang dengan sukarela berbagi ilmu pengetahuan melalui sebuah gagasan cerdas berupa media “indie” pertama di Indonesia, yang berwujud Kompasiana ini.
Saya sendiri, sejak awal berdirinya sudah berkomitmen untuk menjadikan media Kompasiana ini sebagai tempat “Nge-blog” baru, tempat berbagi dan mencari ilmu, sekaligus merupakan media pembelajaran yang paling efektif untuk mencari pengalaman menulis dari para blogger senior, lalu bagaimanakah dengan Anda semua…???…… Apakah yang Anda harapkan dari media “indie” yang bernama Kompasiana ini?….
Kehadiran Kompasiana ketengah-tengah kita, disambut dengan sangat positif dan penuh antusias oleh publik, hal ini sebagaimana terlihat pada komentar dan tulisan rekan-rekan sesama blogger di Kompasiana yang juga disampaikan melalui beberapa artikel dan merefleksikan kesuka-citaan menyambut “Kelahiran Bayi” yang bernama Kompasiana ini (mencontek istilah Kang’ Pepih), bahkan bagi saya yang hanya seorang blogger, saat ini Kompasiana telah menjadi sebuah fenomena baru dalam dunia “Blogging”.
Beberapa artikel yang saya maksudkan diatas diantaranya adalah sebagai berikut: (1) The Power of Blog (23/11/08) ditulis oleh Mas’ Rishag Andiko; (2) Duh, Susahnya Mengurus Publik Blog (24/11/08) ditulis oleh Mas’ Ardo; (3) Ngeblog Model Baru di Kompasiana (26/11/08) ditulis oleh Kang’ Pepih Nugraha; (4) Menulis di Kompasiana (30/11/08) ditulis oleh Kang’ Pepih Nugraha; (5) Blogger Mau Aman, Tolong Baca Ini (03/12/08) ditulis oleh Pa’ Prayitno Ramelan, dan mungkin masih banyak lagi komentar-komentar positif yang disampaikan oleh para pembaca menyambut kehadiran media Kompasiana ini.
Ya, tidak bisa dipungkiri, nampaknya Kompasiana kini telah menjadi sebagai salah satu bagian yang tak terpisahkan dari “Kompas versi Online” maupun “Kompas versi Cetak”. Kondisi tersebut bisa dibuktikan melalui salah satu artikel yang berjudul “Piknik Politik di Kota Angin” yang diturunkan oleh wartawan Kompas sendiri, yang juga hadir dalam Kompasiana ini, bahkan dalam versi yang lebih lengkapnya (silahkan akses artikel yang berjudul “Chicago, 4 November 2008”, yang ditulis oleh salah satu jurnalis senior Kompas, yaitu Pa’ Budiarto Shambazy).
Hipotesa yang tidak pernah saya nyatakan selama ini, nampaknya akan semakin terbukti tatkala Kompasiana ini mulai semakin diminati oleh publik sebagai media alternatif dari kombinasi antara main stream media dan blogging media. Kompasiana sepertinya mampu men-sinergikan keduanya, yaitu main stream media dengan blogging media hingga menjadi sebuah satu kesatuan yang melekat dan bergerak melesat menembus batas hingga memunculkan sebuah fenomena baru bagi kedua media, yang menurut Mas’ Budi Putra tidak perlu dipertentangkan tersebut.
Seperti sudah saya sampaikan diawal tulisan ini, bahwa jika kita perhatikan satu persatu, sepertinya ada banyak tulisan dari para blogger di Kompasiana ini yang layak untuk “Dibukukan”. Mengapa saya sebut layak?…. Karena selain memang tulisannya yang enak dibaca dan mencerahkan, pada umumnya mereka sudah memiliki latar belakang yang cukup kuat sebagai penulis, bahkan beberapa diantara mereka juga merupakan penulis pada beberapa media sekaligus pernah menulis buku.
Saat ini saya tidak sedang dalam kapasitas menilai layak atau tidaknya sebuah tulisan untuk “Dibukukan”, ini murni hanya pendapat pribadi. Menurut saya Kompasiana lebih berkompeten untuk menentukan kemana arah dan tujuan networking yang sedang dibangunnya ini, termasuk jika suatu hari nanti Kompasiana memutuskan akan memilih dan mengumpulkan tulisan-tulisan yang berkualitas namun berserakan tersebut, untuk diterbitkan menjadi sebuah “Buku”.
Pertanyaannya adalah, mengapa harus “Dibukukan”?….Ya, mengapa?… Menurut hemat saya, membukukan tulisan-tulisan berkualitas yang berserakan tersebut merupakan sebuah wujud konsistensi dan keseriusan Kompasiana untuk menunjukkan pada dunia luar bahwa Kompasiana yang baru saja diluncurkan ini, bukan hanya sekedar menjadi ajang curhat dan keluh kesah dari para penulisnya, yang setiap saat bisa menulis tanpa “editorial” seperti halnya pada blogging media, namun lebih dari itu semua. Hal ini juga (menurut saya) merupakan salah satu bentuk apresiasi dari Kompasiana kepada para penulisnya.
Kalau saja misalnya “Buku” tersebut bisa diterbitkan, saya yakin dan optimis kita semua para blogger yang tergabung dalam Kompasiana ini akan berlomba-lomba untuk memberikan sebuah tulisan yang tidak hanya baik dan berkualitas, bahkan juga memiliki nilai jual, tentunya agar bisa terpilih menjadi salah satu artikel yang akan “Dibukukan” tersebut.
Akhir kata, meskipun ini hanya sebuah pengandaian semata, namun rasanya cukup realistis untuk diwujudkan. Jadi tunggu apa lagi?…. Ayo siapkan tulisan terbaik anda semua, para Blogger Kompasiana…!!! Siapa tahu saja Kompasiana bisa mewujudkannya…!!! (he….he….he…ngarep….. ….???…..).
Salam,
www.yulyanto.com
(Lagi siap-siap buat tulisan biar masuk nominasi……he…he…he….
……)
…. Ditulis tengah malam, saat gema takbir berkumandang menyambut Idul Adha 1429H. Selamat Idul Adha, mohon maaf lahir dan bathin……
Catatan:
Kalo jadi diterbitkan menjadi sebuah “BUKU” oleh Kompasiana, kira-kira judul apa yang paling cocok yach…..???…… Ada masukan dari rekan-rekan..???….(ngandai lagi…he…he….he..
….)
Please also visit this article at:
http://public.kompasiana.com/2008/12/09/membukukan-tulisan-kompasiana-mungkinkah/



December 12th, 2008 at 12:41 pm
Hallo yul topiknya boleh juga … kebetulan besok ada pelatihan nulis di Alex Media Komputindo yang memungkinkan blogger membukukan karyanya
December 13th, 2008 at 12:46 pm
Thanks mba Ajeng,
Sayangnya aku gak sempet hadir disana…hiks….shikss.
Kepengen banget bisa nerbitin buku mengenai blog saya ini, konsepnya sedang disiapkan sich…..
Target sich 2 tahun kelar, kelamaan gak yach…….
Salam blogger
yulyanto
February 27th, 2009 at 3:56 pm
Bung Yul. Jawaban dari postingan ini bukan lagi ‘mungkin’, tapi ‘pasti’. Hanya menunggu waktu saja.
Oya. Saya lihat blog-blog milik Bung Yulyanto ini hebat. Baik tampilan isi maupun sisi disainnya. Benar kok.
Bila kita membuat ‘konsorsium’ untuk pembuatan blog yang bisa menghasilkan materi kira-kira mau nggak? Sebabnya saya punya cita-cita membuat website atau blog atau apapun namanya yang dekat-dekat dengan lingkungan kerja saat ini di gedung DPR-RI. Kurang lebih website yang saya angankan itu bukan sebagai saingan situs resmi DPR-RI yang ada saat ini melainkan sebagai partner.
Isi website itu pokoknya yang berkaitan dengan ke-DPR-an, misalnya, menyajikan profil lengkap DPR-RI Hasil Pemilu Legislatif 2009-2014. Berita-berita, tajuk rencana dan wawancara dari sudut pandang yang lain daripada yang lain.
Peran Bung Yulyanto sebagai ‘pemilik saham’, ‘kontributor’ dan ‘keahlian lain yang dibutuhkan’ untuk sisi disain website tersebut.
Bahan-bahan tentang ke-DPR-an itu, lantaran saya kerja dan beraktivitas cukup lama, Insya Allah cukup lengkap. Bagaimana?
Jika setuju kapan kita ketemu darat membicarakan dteail teknisnya?
Terakhir. Jika berkenan, blog ini langsung saya link ke blog saya. Terima kasih.