Bagaimana Memahami Harga dan Yield Obligasi…???…(Bag-7)
Memahami harga obligasi agak sedikit berbeda dengan saham. Jika harga saham dinyatakan dalam bentuk mata uang, maka harga obligasi biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal.
Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu: (1) Par (nilai Pari), dimana harga obligasi sama dengan nilai nominal (misal: obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta); (2) at premium (dengan Premi), yaitu harga obligasi lebih besar dari nilai nominal (misal: obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta); (3) at discount (dengan Discount), yaitu harga obligasi lebih kecil dari nilai nominal (misal: obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta).
Sementara itu, pendapatan atau imbal hasil atau return yang akan diperoleh dari investasi obligasi dinyatakan sebagai yield, yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan dananya untuk dibelikan obligasi.
Pada umumnya, sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi, investor harus mempertimbangkan besarnya yield obligasi, sebagai faktor pengukur tingkat pengembalian tahunan yang akan diterima.
Ada 2 (dua) istilah dalam penentuan yield yaitu Current Yield dan Yield To Maturity. Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut.
Sementara itu Yield To Maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yang akan diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo (www.idx.co.id).
Please also visit this article at:



July 25th, 2011 at 10:47 pm
Will you get mad if I quote your article on my Information Blog? I would think this article suits my topic perfectly. Well, thanks for writing this.