Utang BUMI Terus Meningkat
Berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh Deutch Bank, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang juga merupakan anak usaha dari PT Bakrie & Brothers Tbk, saat ini sedang menghadapi permasalahan yang cukup serius.
Sejak tiga bulan terakhir di tahun 2008, perseroan telah menambah jumlah utangnya sebesar USD 372 juta atau sekitar Rp. 4,09 triliun hingga total utangnya saat ini menjadi USD 1,449 miliar.
Hingga September 2008, saldo utang BUMI masih berada pada kisaran USD 1,077 miliar, kemudian pada bulan Oktober 2008 bertambah sebesar USD 100 juta dari Credit Suisse, selanjutnya di bulan November perseroan kembali menambah utangnya sebesar USD 75 juta dari sumber yang sama.
Di bulan Desember 2008, BUMI kembali menerima pinjaman sebesar USD 131 juta dari sumber yang belum disebutkan, kemudian masih dibulan yang sama, perseroan kembali memperolah dana segar sebesar USD 66 juta melalui penerbitan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN).
Utang-utang yang diperoleh tersebut hampir rata-rata memiliki kewajiban pembayaran bunga jauh diatas suku bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR), yang pastinya akan semakin memperberat kewajiban BUMI untuk membayar bunga.
Meskipun utang BUMI sudah mencapai USD 1,4 miliar, namun berdasarkan laporan keuangan September 2008, perseroan masih memiliki ekuitas sebesar USD 1,45 miliar, ini berarti utang BUMI masih bisa tercover, namun demikian kondisi ini bisa menyebabkan kembali tergerusnya saham BUMI menuju level terendah.
Please also visit this article at:
http://mybusinessblogging.com/stock-market/2009/01/23/utang-bumi-terus-meningkat/


