Ada “Monyet” di Sudirman…!!!
Ooopss…..tahan sebentar, jangan berkonotasi buruk dulu! “Monyet” yang saya maksud adalah “Monyet” dalam arti yang sebenarnya, yakni benar-benar “Monyet”.
Belakangan ini mulai banyak bermunculan “Monyet” bertopeng alias “Topeng Monyet” di sepanjang jalan kawasan Jl. Jendral Sudirman, Jakarta.
Kawasan elit yang seharusnya bebas dari para penjaja kaki lima dan sejenisnya ini, kini sudah tidak lagi aman, bahkan terkesan mulai semerawut.
Selain ada banyak “Monyet” yang siap beratraksi, kita juga bisa dengan sangat mudah menemukan para pedagang “Tahu Sumedang” setiap 10-20 meter disepanjang kawasan sudirman, yang dengan sigap akan melayani para pembeli yang kelihatan mulai tampak lusuh dan bosan dengan kemacetan kota Jakarta yang tak kunjung berakhir.
Ironisnya, tak ada satupun petugas (polisi) yang perduli dengan kegiatan-kegiatan tersebut, padahal sudah jelas-jelas dilarang berjualan di area tertib lalu lintas tersebut..!!!
Terkesan membiarkan?…..memang…!!, jika kita cermati ini merupakan hal yang sangat sepele (pinjam istilah kang Pepih: “Remeh-Temeh”), lagipula para pedagang itu hanya beberapa orang saja dan untuk saat ini, nampaknya tidak terlalu mengganggu lalu lintas dikawasan yang sangat rawan akan kemacetan tersebut.
Ya, inilah potret kehidupan yang kerap kali terjadi pada pribadi bangsa kita, terlalu menganggap sepele setiap hal yang “Remeh-Temeh” tadi, padahal kesemerawutan kota Jakarta yang disebabkan oleh para pedagang kaki lima belakangan ini mulai menjadi polemik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Bang “Foke” melalui aparat-aparatnya saat ini juga sedang berupaya untuk melakukan re-lokasi dan penertiban para pedagang kaki lima yang sudah mulai menjadi “biang keladi” dari kemacetan jalan-jalan utama di Jakarta.
Tapi apa kabar dengan mereka?.. para penjaja “Topeng Monyet” dan pedagang “Tahu Sumedang” yang kini mulai mendapatkan posisi strategis untuk mengeruk keuntungan dari macetnya ibukota Jakarta ini.
Kemana para petugas “Tramtib” yang seringkali saat kita lihat di televisi dengan gagah berani membawa pentungan dan membuat “Kocar-Kacir” para pedagang kaki lima yang membangkang untuk di usir dari lokasi usahanya.
Jika dibiarkan keberadaannya, bukannya tidak mungkin suatu hari nanti para penjaja kaki lima pada kawasan sudirman tersebut kembali akan menjadi bumerang bagi bang “Foke” dalam menjalankan pemerintahannya……
*….Laporan pandangan mata langsung sambil “menikmati” kemacetan di kawasan Jl. Jendral Sudirman, Jakarta…*
Salam blogger,
(Blogger for Citizen Journalism Campaign)
Blogging at:
http://mybusinessblogging.com/stock-market/
http://mybusinessblogging.com/indonesia-business/



April 16th, 2009 at 2:35 pm
Salam kenal
saya juga pernah melihat beberapa bocah sebagai operator topeng monyet di pembatas jalan asia afrika tepatnya di depan senayan city. kejadiannya siang hari dan pada saat itu jalan asia afrika padat dan cenderung macet. kebetulan saya lewat bersama anak-anak saya, mereka senang dapat hiburan gratis, nggak perlu nanggap.