Anda Seorang Facebookers?… Waspadalah!… Waspadalah!…
“Jangan lupa di “Tag” ya..!!”…, masih adakah diantara Anda yang belum paham dengan pernyataan tersebut?… Kalau jawabnya iya, itu menandakan bahwa Anda belum mengikuti perkembangan dunia “Information and Communication Technology (ICT)” terkini dengan seksama.
Bagi Anda yang “melek internet”, ini bukanlah sesuatu hal yang baru, mengingat kondisi ini acapkali terjadi dan mungkin juga diucapkan oleh Anda sendiri, sesaat setelah sebuah moment yang seringkali di abadikan dengan ber photo-photo ria berlalu, biasanya di penghujung acara akan terucap kata-kata seperti itu.
Ya, ini adalah sebuah gambaran fenomenal dari sekian banyaknya kemudahan (fasilitas) yang ditawarkan oleh situs jaringan pertemanan bernama Facebook, yang saat ini merupakan salah satu situs yang paling banyak diminati oleh pengunjung internet di dunia. Berdasarkan Alexa.com (20/05/09), situs Facebook ini menduduki posisi 4 di dunia, sementara itu di Indonesia sendiri Facebook berhasil menjadi situs terpopuler dengan berada pada posisi puncak.

Selain salah satu fasilitas sebagaimana telah dijelaskan diatas, situs internet jejaring sosial yang sangat populer belakangan ini, juga memungkinkan bagi para penggunanya untuk menambahkan beragam program aplikasi ke profil mereka, mulai dari program aplikasi game, kuiz, tes IQ dan sebagainya.
Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa diantara sekian banyak fasilitas serta kemudahan yang ditawarkan oleh situs Facebook sebagai situs jejaring sosial yang sedang trend saat ini, ada beberapa sisi negatif yang juga mengikutinya.
“Anda ingin tahu dimana sisi negatifnya? Silahkan baca artikel ini hingga selesai.”
“Mencuri Data Melalui Aplikasi”
Baru-baru ini tim BBC-click telah menemukan sebuah cara untuk melakukan pencurian data pribadi orang dan temannya di Facebook tanpa sepengetahuan mereka.
Sebagaimana telah disampaikan dalam publikasinya, tim BBC mencoba dengan membuat profil fiktif lalu menciptakan aplikasi khusus untuk para pengguna Facebook atau Facebookers, kemudian begitu ditambahkan satu aplikasi, maka teman-teman yang terkoneksi biasanya akan ikut terdorong untuk menambahkan aplikasi tersebut.
Tim BBC berhasil merancang aplikasi penghimpun data “jahat” dengan sebutan “miner” tersebut dalam waktu kurang dari tiga jam, yang bila dikehendaki, bisa “menyamar” sebagai game, uji kecerdasan, quiz, dan sebagainya.
Celah yang ditemukan oleh tim BBC ini sangat memungkinkan juga untuk dilakukan oleh pihak-pihak lain yang dengan sengaja akan menyalahgunakan data pribadi yang ada dalam jaringan Facebook tersebut untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang (mungkin) bisa berakibat fatal bagi para korbannya.
Fakta bahwa tim BBC bisa menciptakan aplikasi tersebut dengan mudahnya telah merisaukan banyak orang. Rasanya tidak perlu memiliki program seperti itu untuk menjadi korban, karena kita bisa juga menjadi korbannya saat teman-teman yang ada dalam jaringan Facebook memiliki program semacam ini.
Hal ini merupakan refleksi dari sebuah kelemahan sistem keamanan yang dimiliki oleh situs pertemanan Facebook saat ini, dalam upaya melindungi para penggunanya (Facebookers) terhadap pencurian identitas.
Kesulitan lain yang juga dialami oleh Facebook untuk mengamankan data dan aplikasi yang di upload di Facebook adalah karena aplikasi tersebut dijalankan oleh server pihak ketiga, bukan pada server Facebook. Akibatnya adalah sulit bagi Facebook untuk melakukan kontrol terhadap aplikasi-aplikasi seperti “miner” tersebut.
Kondisi ini tidak terjadi pada salah satu situs sejenis jejaring sosial lainnya, seperti MySpace yang mengoperasikan semua aplikasinya pada server miliknya. MySpace bisa melakukan pemeriksaan terhadap setiap aplikasi yang di upload setiap saat dan melakukan tindakan preventif jika penciptanya mulai berniat “jahat” dengan mengubah kodenya.
“Once in Facebook, you can’t really get out of Facebook.”
Judul tersebut saya ambil dari www.regulerjen.com, dalam salah satu postingannya yang berjudul: “Evidently, Facebook Owns Me”. Artikel yang disampaikan oleh Jen ini menggambarkan betapa sulitnya melakukan penghapusan account di Facebook, seolah-olah Facebook menjadi pemilik dari data diri Anda.
Sulitnya keluar dari situs Facebook, sudah seringkali dipermasalahkan oleh para penggunanya. Beberapa kasus serupa yang pernah terjadi terkait dengan sulitnya menghapus account Facebook diantaranya bisa juga kita temukan pada blog www.stevenmansour.com, dalam postingannya yang berjudul: “2504 Step to Closing Your Facebook Account”, yang bahkan sempat dibahas khusus dalam New York Times.
Di Indonesia sendiri, hal serupa pernah menimpa Jajar Siahaan, seorang penulis pada salah satu blog online. Jajar menceritakan pengalaman singkatnya bagaimana sulitnya menghapus account Facebook, melalui postingannya yang berjudul: “Hati-hati Memakai Facebook”.
Beberapa kasus tersebut diatas merupakan gambaran betapa sulitnya bagi Anda para Facebookers (apalagi yang sudah lama dan aktif), untuk keluar dari jaringan Facebook dan menghapus semua data yang pernah Anda simpan melalui situs ini.
Oleh karena itu perlu saya ingatkan kembali bahwa semua data yang pernah Anda input melalui account Facebook, akan sangat sulit sekali untuk dihapus. Ketika Anda melakukan “delete” atau “deactive” account Anda di Facebook, data yang telah anda input sebelumnya tidak serta merta langsung terhapus begitu saja.
Hal ini seperti kasus yang menimpa Steven Mansour, yang baru benar-benar berhasil melakukan proses penghapusan account di Facebook setelah melalui tahapan yang begitu sulit dan sangat panjang.
Jadi, sejak saat ini berhati-hatilah dan mulailah lakukan pemilahan terhadap hal-hal apa saja yang “layak untuk Anda sharing”, pastinya yang tidak akan berakibat fatal terhadap diri Anda sendiri dikemudian hari.
Semoga bermanfaat………
Salam Blogger,
Please also visit this article at:
http://public.kompasiana.com/2009/05/20/anda-seorang-facebookers-waspadalah-waspadalah/#comments









May 30th, 2009 at 4:43 am
a-ha! di sini rupanya blogmu, mas yul.
terima kasih artikelnya soal fb, sudah kutanggapi di kompasiana.
salam.
June 3rd, 2009 at 10:00 pm
mas Jajar
thanks juga atas sharing facebooknya sehingga bisa saya jadikan referensi tulisan dikompasiana.com
Thanks juga atas tanggapannya dikompasiana, mudah-mudahan mas Jajar juga bisa posting tulisannya disana…
ditunggu ya mas,
Salam blogger
yy
August 24th, 2009 at 10:15 pm
hohoho… semua teknologi ada positip & negatifnya, tinggal gimana kitanya memanfaatkannya dengan bijak.
btw, tentang aplikasi2 yang ada di fesbuk, sayah ga pernah klik macem2 selain update status doang
August 25th, 2009 at 8:56 am
Iya betul quin, saya juga gak neko2 kalo pake FB kok, takut:-)…
BTW, tx dah komentar disini dan join di bloggerbekasi.com ya?……ajak donk temen2 blogger bekasi lainnya:-)