Boediono “Kurang Bergairah” Menjawab….
Untuk pertamakalinya (mungkin) seorang Boediono, mantan gubernur Bank Indonesia yang resmi digandeng oleh Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) sejak 15 Mei 2009 lalu di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Insitut Teknologi Bandung (ITB) – Bandung, untuk mendampinginya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) periode 2009-2014 mendatang, tampil didepan para blogger.
“Boediono Menjawab” begitulah topik acara yang dikemas cukup sederhana disebuah angkringan lesehan para blogger Wetiga, Jl. Langsat 1/3A. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Acara tersebut memang sengaja digagas oleh pentolan-pentolan Politikana, dimarkas dagdigdug, untuk lebih mengenal sosok Boediono yang terkesan pendiam dan tak banyak bicara, terkait keputusannya untuk mendampingi SBY melalui konsep acara “Dialog Terbuka” (26/05/09).
Acara yang dipandu oleh Witjaksono, mantan Chairman Pesta Blogger tahun 2008 lalu tersebut, berlangsung dengan cukup santai sekitar kurang lebih 2 jam, mulai pukul 19:00 dan berakhir sekitar pukul 21:00WIB.
Kesan pendiam dan tak banyak bicara sebagaimana diekspos berbagai mainstream dan blogging media saat ini, ternyata bukanlah berita semata. Beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Boediono hanya dijawab seperlunya saja dan tanpa basa-basi bahkan cenderung “kurang bergairah” dalam menjawabnya.
Beberapa waktu yang lalu, saya juga pernah menghadiri undangan Jusuf Kalla (JK) dan Prabowo Subianto (PS) dalam acara Kopi Darat (Kopdar) dengan para blogger. Jelas sekali perbedaan karakter antar ketiganya, yang saat ini sama-sama maju dalam Pilpres bulan Juli mendatang.
JK dengan ketegasannya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan para blogger dengan sangat diplomatis diselingi dengan gurauan-gurauan santainya. Sementara itu PS dengan percaya dirinya yang cukup tinggi mampu menghipnotis para blogger dengan argumennya bagaimana mencapai pertumbuhan ekonomi menjadi dua digit.
Boediono sendiri memang kelihatan cukup santai, namun tak “sepede” mereka berdua (JK dan PS) saat melakukan kopdar dengan para blogger, karena selama ini beliau memang lebih terkenal sebagai seorang pemikir dibelakang layar.
Saya pribadi, agak sedikit meragukan kemampuan berpolitik Boediono kalau terpilih mendampingi SBY untuk menjadi Wapres, apalagi setelah tampil didepan publik dan bagaimana ia menjawab pertanyaan dari para blogger.
Seorang blogger bahkan sempat menyindir (bergurau) Boediono yang “kurang transparan”, yang juga ditimpali oleh sang moderator, hanya karena ia belum memiliki account di Facebook, namun pak Boed hanya tersipu-sipu malu dan terkesan sangat kurang “humoris” menanggapinya.
Melihat karakter Boediono yang seperti itu, rasanya kok berat sekali untuk menghadapi tantangan sebagai Wakil Presiden 2009-2014 mendatang, yang paling tidak harus memiliki jiwa “multi talented” dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa kita kelak yang pastinya akan sangat kompleks.
Seperti kata pepatah, “seorang yang cerdas belum tentu berbakat sebagai seorang pemimpin”, untuk saat ini mungkin pepatah tersebut sesuai dengan Boediono yang dikenal sebagai seorang ekonom yang cerdas dan handal, baik di Indonesia maupun di dunia Internasional.
Kecewa? Tidak juga, bagaimanapun kami sangat menghargai kehadiran Boediono ditengah-tengah para blogger malam itu. Kami berharap, pepatah diatas bisa dirubah oleh pak Boed, bahwa “seorang yang cerdas, bisa juga berbakat sebagai seorang pemimpin”.
Oleh karena itu, tunjukkanlah sikap seorang pemimpin yang lebih bersemangat dan penuh optimisme dalam kesempatan pertemuan berikutnya, masih ada waktu Pak Boed !!!….
Salam blogger
Please also visit this article at:
http://public.kompasiana.com/2009/05/27/boediono-%e2%80%9ckurang-bergairah%e2%80%9d-menjawab/









June 24th, 2009 at 9:43 am
I keep listening to the news speak about getting free online grant applications so I have been looking around for the best site to get one.