Mengapa Harus Menjadi “Blogger” di Kompasiana???…
Menjadi Seorang Blogger……
Awalnya, menjadi seorang blogger adalah bukan impian saya, semua mengalir begitu saja, hingga pada akhirnya dengan cukup bangga (baca: pede) saya mengatakan bahwa diri saya ini adalah seorang blogger, meskipun hanya sebagai “blogger kelas pekerja”.
Belajar membuat sebuah tulisan (artikel) pun biasanya saya lakukan dalam kondisi yang sangat terpaksa, yakni karena tugas-tugas kuliah yang mengharuskan demikian. Justru dari kondisi terpaksa itulah yang akhirnya menjerumuskan saya lebih serius untuk menekuni dunia tulis-menulis (baca: ngeblog).
Sebagai seorang pemula yang ingin belajar menjadi penulis, rasanya terlalu tinggi memang kalau berharap tulisannya bisa dimuat pada sebuah harian surat kabar terkemuka di ibukota, yang bernama “Harian Kompas”, yang hingga saat ini (menurut saya) masih dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan para penulis, jika berhasil menembusnya.
Bagi saya, ini adalah sebuah tantangan, maka dengan segenap kemampuan dan kecerdasan (narsis dikit boleh donk?…, namanya juga blogger J …) yang saya miliki akhirnya saya memberanikan diri untuk mengirimkan hasil karya saya dalam bentuk sebuah artikel ke “Harian Kompas” dengan harapan jika sudah berhasil menembus harian kompas, maka rasanya akan lebih mudah untuk menembus media-media lainnya.
Rupanya fakta tak seindah harapan, dari beberapa tulisan (artikel) yang saya kirimkan tidak ada satupun yang dimuat oleh harian kompas. Pikir saya, dari pada tidak bermanfaat sama sekali, lebih baik tulisan (artikel) ini saya kirimkan saja kesebuah komunitas penulis didunia maya, dimana saya juga menjadi salah satu anggotanya, dan setelah melewati proses moderasi akhirnya berhasil dipublish juga.
Dari komunitas inilah akhirnya saya bertemu dengan seorang “full profesional blogger” pertama di Indonesia, Budi Putra, pemilik dari PT Asia Blogging Network, yang mengajak saya untuk bergabung menjadi salah seorang blogger pada perusahaan blogging yang didirikannya sejak dua tahun lalu (06/06/07).
Dari sini pulalah akhirnya saya berkenalan dengan para pentolan kompas.com, seperti Taufik Mihardja, Edi Taslim dan sang pencetus ide kompasiana, siapalagi kalau bukan Pepih Nugraha. Semuanya bukan sebuah peristiwa yang kebetulan memang, karena pada akhirnya saya mulai merasakan bahwa diri saya ini adalah benar-benar telah menjadi seorang bloggerJ.
Menjadi Blogger di Kompasiana…
Seperti sudah saya sampaikan dalam pembahasan sebelumnya, sebelum kompasiana ini diluncurkan (launching) oleh kompas.com, kebetulan saya sudah mengenal para pentolannya. Jadi dalam setiap kesempatan bertemu, sering kali dibahas oleh Kang Pepih mengenai rencana kompas.com yang akan segera meluncurkan kompasiana sebagai salah satu komunitas alternatif bagi para blogger.
Gagasan Kang Pepih dan tim kompas.com tersebut akhirnya bisa terealisasi juga dan mulai dilaunching pertama kalinya dihadapan ratusan (mungkin juga ribuan) blogger se-Indonesia yang kebetulan sedang berkumpul, karena bertepatan dengan diselenggarakannya Pesta Blogger 2008 (21/11/08).
Perjalanan blogging saya pun kembali dimulai setelah bergabung menjadi salah seorang blogger di kompasiana. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri buat saya sebenarnya, karena kalau rekan-rekan sempat menengok kebelakang saat pertama kali public blogger diluncurkan (oktober 2008), komentar saya pada tulisan kang Pepih adalah yang pertama kali diposting dan menghiasi halaman public blogger di kompasiana. J
Selain memperluas networking, satu persatu pengalaman penting dalam hidup saya juga mulai mewarnai kehidupan saya. Mulai dari berteman dengan rekan-rekan yang sangat menyenangkan di public blogger, guest blogger, jurnalis, public figure, hingga para pejabat dan mantan pejabat di pemerintahan yang saat ini juga sudah tergabung dalam sebuah komunitas blogger yang bernama kompasiana ini.
Kopdar pertama kompasiana yang diselenggarakan pada 21 Februari 2009 lalu, telah mempertemukan saya dengan teman-teman blogger senior, para petinggi Kompas Gramedia, dan juga seorang Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Kusmayanto Kadiman, yang ternyata cukup gaul juga dengan para blogger.
Kompasiana juga telah mempertemukan saya dengan seorang Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Jusuf Kalla yang cukup bersahaja. Melalui kompasiana jugalah, akhirnya saya digiring ke sebuah cafe dibilangan Kawasan Mega Kuningan, untuk memenuhi undangan dari seorang Prabowo Subianto,
yang saat ini sudah mencalonkan diri untuk menjadi seorang Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Calon Presiden (Capres) Megawati Soekarno Putri dalam Pilpres Juli 2009 mendatang.
Dilain kesempatan, lagi-lagi kompasiana (melalui Pak’ Chappy Hakim) berjasa menghantarkan saya hingga berada ditengah-tengah para petinggi (baca: Jendral) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU), melalui undangan peluncuran buku seorang mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) Saleh Basarah.
Melalui kompasiana ini, saya juga sempat menghadiri pertemuan antara seorang Boediono dengan para blogger dikawasan Kebayoran Baru, yang rela mencopot jabatan karirnya sebagai seorang Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk mendampingi Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) sebagai Cawapres dalam Pilpres Juli 2009 mendatang.
Sebuah pengalaman hidup yang amat jarang terjadi (mungkin), jika saya tidak pernah mengenal dan bergabung menjadi salah seorang blogger di kompasiana ini. Saya yakin dan percaya, masih banyak lagi peristiwa-peristiwa penting yang akan mewarnai kehidupan saya dimasa yang akan datang, jika saya masih dan tetap berada di rumah sehat yang bernama kompasiana ini.
Akhir kata: “Jika Anda ingin menjadi seorang yang baik, maka bertemanlah dengan orang-orang yang baik, jika Anda ingin menjadi seorang blogger, maka bertemanlah dengan para blogger pula”. Jadi, bergabunglah di kompasiana ini, saya yakin Anda akan mendapatkan semuanya, bahkan lebih dari apa yang sedang Anda impikan saat ini !!!… J
Thanks to Kompasiana…… J









June 18th, 2009 at 7:37 am
Hey, great post, very well written. You should post more about this.
June 25th, 2009 at 1:58 pm
I think i’ve seen this somewhere before…but it’s not bad at all
June 26th, 2009 at 2:46 pm
Hey, have you seen this news article?
New details about Michael Jackson’s Death Emerge
I was wondering if you were going to blog about this…
July 1st, 2009 at 2:29 am
Cool post, just subscribed.
July 3rd, 2009 at 10:24 pm
Memang benar kata anda, bahwa sampai saat ini Kompas masih dijadikan tolak ukur keberhasilan seorang penulis. Justru hal inilah yang menyedihkan dari dunia penulisan Indonesia. Banyak penulis hebat yang hilang diterpa waktu hanya karena dinilai “tidak layak” oleh Kompas.
Internet merupakan ruang untuk menyalurkan tulisan tanpa harus melewati proses “uji kelayakan” oleh pihak seperti Kompas. Tapi justru di ruang inilah, Kompas, yang merasa dirinya sebagai “pengukur” kelayakan penulis, menunjukkan ketidaklayakannya. Berita-berita di Kompas.com ditulis asal-asalan, tanpa sumber data yang valid. Berbagai kekeliruan dalam berita Kompas.com menunjukkan bahwa penulis-penulis merekalah yang sebenarnya tidak layak.
Ini salah satu contoh artikel di Kompas.com yang ditulis asal-asalan tanpa sumber data yang jelas, bukti bahwa penulis Kompas.com tidak layak.
http://www.kompas.com/read/xml/2009/04/25/08052248/daya.magis.watu.pinawetengan
Dalam artikel ini banyak sekali kesalahan data, misalnya “pulau Minahasa”. Anda pernah lihat pulau Minahasa di peta Indonesia?
Anda mengatakan bahwa anda merasa benar-benar menjadi seorang blogger setelah kenal dengan orang-orang di Kompas? Sungguh kasihan. Merekakah yang berhak menguji kelayakan anda sebagai seorang blogger?
Ada berapa banyak blogger Indonesia yang tidak kenal dengan nama-nama yang anda sebutkan? Bahkan mendengar pun belum pernah.
Jika harus menjadi seorang blogger, haruskah berteman dengan blogger di Kompasiana?
July 10th, 2009 at 11:28 am
Mas/ Mbak,
Terimakasih banyak telah mampir apalagi sampai memberikan dan masukan yang sangat positif bagi blog saya,
Mengenai oknum wartawan yang menulis tidak sebagaimana mestinya seperti yang anda katakan, silahkan saja tuliskan diforum pembaca kompas…
Karena saya hanya menulis sebagai seorang blogger, bukan pesanan dari kompas.com!…
Terlalu dini kalau anda mengatakan bahwa kompaslah yang menguji saya untuk menjadi sebagai seorang blogger, baca dulu tulisan dan perjalanan saya menjadi seorang blogger dengan seksama, kompas adalah salah satunya, bukan penentunya!….
Memang tidak semua wartawan kompas adalah the real-blogger, namun jika anda seorang blogger juga pastilah ada beberapa nama yang tidak asing ditelinga anda bukan????……
Yang terakhir, bagian tulisan saya yang mana yang mengatakan “Jika harus menjadi seorang blogger, haruskah berteman dengan blogger di Kompasiana?”, yang benar adalah: “Jika Anda ingin menjadi seorang yang baik, maka bertemanlah dengan orang-orang yang baik, jika Anda ingin menjadi seorang blogger, maka bertemanlah dengan para blogger pula”. Kesimpulan yang terlalu dini lagi menurut saya!
Terimakasih kawan, kapan-kapan mampir donk ke kompasiana.com, ungkapkan ketidaksetujuan anda ini melalui posting tulisan dikompasiana, saya yakin akan ditanggapi langsung oleh blogger dikompasiana bahkan petinggi kompas.com!…..
Salam blogger,
yulyanto
July 13th, 2009 at 12:23 am
Rather interesting. Has few times re-read for this purpose to remember. Thanks for interesting article. Waiting for trackback
August 4th, 2009 at 2:23 pm
@mas Sigit,
Thanks dah berkunjung kerumah maya saya ini, apalagi sempat mengomentarinya.
Suatu saat nanti saya yakin blog akan melewati main stream media, karena lebih cepat ketimbang mainstream, seperti kita tahu bahwa informasi sangat terkait dengan kecepatan
Mari kita bangun bersama-sama mas, tx-again
Salam
yy