born to be a writer

keep your desire-increase your capability-find out your opportunity-combine all of them in your life to be succesful
Subscribe

Archive for August, 2009

Bloggerbekasi.com (be-blog) akan “Men-cyber-kan” Kota Bekasi melalui Bekasi Cyber Park (BCP)

August 30, 2009 By: yulyanto Category: blogger, Citizen Journalism, motivation, News

bcpBekasi Cyber Park (BCP) yang merupakan salah satu mal atau pusat perbelanjaan (shopping center) terbesar di Kota Bekasi, adalah tempat yang menjadi pilihan para pencetus komunitas bloggerbekasi.com (be-blog) untuk mendeklarasikan lahirnya komunitas tersebut. Pemilihan BCP sebagai tempat deklarasi “be-blog” adalah karena ada kata “cyber” yang melekat pada mal tersebut.

Para pendiri sekaligus pengurus komunitas blogger pertama di Kota Bekasi dan Sekitarnya ini berharap bahwa nama “cyber” yang sangat identik dengan dunia maya (internet) tersebut, tidak hanya melekat sebagai identitas semata, namun bisa juga memberikan sebuah terobosan baru dan langkah nyata, dengan mendukung sepenuhnya kelahiran dan perkembangan komunitas “be-blog” baik pada saat ini, maupun di masa-masa yang akan datang.


2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-51Tanggapan positif dan antusiasme pihak pengelola gedung BCP (Ibu Ita Achyanita, Supervisor Marketing BCP) terhadap bloggerbekasi.com saat ditemui oleh beberapa pengurus “be-blog” ketika menyerahkan proposal kerjasama antara bloggerbekasi.com dan pengelola gedung BCP (28/08/09), nampaknya semakin membuat optimis para pengurus “be-blog” untuk segera men-cyber-kan Kota Bekasi melalui BCP.

Jika saja kerjasama ini berhasil diwujudkan, maka dapat dipastikan bahwa komunitas “be-blog” akan benar-benar menjadikan BCP sebagai “icon” baru dan pertama bagi para blogger yang berdomisili di Kota Bekasi dan sekitarnya, bahkan bisa lebih luas lagi yakni menjadikan BCP sebagai pusat singgah para blogger dari luar Bekasi yang kebetulan sedang dan akan menjalankan aktifitasnya di Kota Bekasi.

Kondisi ini pada dasarnya adalah sejalan, sebagaimana juga pernah diungkapkan oleh jurnalis senior Kompas.com sebagai sponsor utama kehadiran “be-blog”, Pepih Nugraha, dalam testimoninya kepada komunitas “be-blog”, yakni dengan menjadikan “be-blog” sebagai “landmark” maya Kota Bekasi.

Seperti kita ketahui, bahwasanya saat ini perkembangan dunia Information Communication and Technology (ICT) mengalami pertumbuhan yang sangat sigifikan, termasuk juga jumlah para blogger, sebagai profesi yang bersentuhan langsung dengan dunia ICT, yang terus meningkat tajam dari tahun ketahun.

Be-blog” akan mengambil ceruk dalam setiap pertumbuhan tersebut untuk bersama-sama, bahu-membahu antara masyarakat dan pemerintah Kota Bekasi dan sekitarnya untuk bisa bersinergi dengan menggunakan media “be-blog” sebagai salah satu media alternatif terkini yang bisa bermanfaat bagi kita semua.

Dengan dukungan dari semua pihak, semoga saja cita-cita “be-blog” untuk men-cyber-kan Kota Bekasi melalui Bekasi Cyber Park ini bisa segera terwujud, Amin…….

Salam “Be-Blog

Yulyanto

(pengurus www.bloggerbekasi.com)

Chappy Hakim (Mantan KSAU), Akhirnya Meninggalkan “Dunia Hitam”

August 30, 2009 By: yulyanto Category: blogger, Citizen Journalism, kompasiana, motivation, News, Uncategorized

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-223Tentunya kita semua pernah mendengar nama “Anton Medan”, seorang mantan preman dan residivis yang sudah berulang kali bolak-balik memasuki jeruji besi alias penjara akibat ulahnya yang selalu identik dengan “Dunia Hitam”.

Entah kondisi apa yang menyebabkan seorang “Anton Medan” berhasil merubah total dirinya dari seorang (maaf) “penjahat”, hingga akhirnya menjadi seorang “Da’i” yang cukup kondang dengan berkeliling kemana-mana untuk mensyiarkan agama.

Dunia Hitam” yang dulu sangat identik dengan image diri dari seorang “Anton Medan”, kini mampu dihapusnya dengan menjadi seorang “Da’i” dan selalu berceramah mengenai agama dimana-mana. Saat ini ia memang sudah berhasil untuk meninggalkan “Dunia Hitam” yang pernah digelutinya sejak dulu.

Ada kesamaan antara “Anton Medan” dengan seorang “Chappy Hakim” (mantan KSAU yang kini menjadi blogger), yakni sama-sama meninggalkan “Dunia Hitam”. Bedanya adalah, kalau “Anton Medan” meninggalkan “Dunia Hitam” dalam sudut pandang kejahatan, namun seorang “Chappy Hakim” meninggalkan “Dunia Hitam” dalam arti tidak lagi mengecat rambutnya menjadi hitam.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-322Bahasa kiasan tersebut dilontarkan oleh Chappy Hakim saat berlangsungnya acara “Bedah Buku Cat Rambut Orang Yahudi (CROY)” melalui onair di Radio Sonoro (92.00 FM), mulai jam 11.00-12.00WIB, dan juga melalui offair di Gramedia Grand Indonesia LT. 2, mulai jam 12:00-14:00WIB.

Ya, seorang Chappy Hakim memang benar-benar sudah meninggalkan “Dunia Hitam”, saat “Cucu’ pertamanya lahir kedunia ini pada tanggal 28 Oktober 2008 lalu. Alasannya sederhana saja, yakni agar kelak cucunya bisa membedakan mana Ayahnya dan mana Kakeknya.

Sebagaimana juga disampaikan dalam salah satu judul tulisannya “Cat Rambut” pada buku pertamanya hasil ngeblog di Kompasiana, bahwa sejak SMA rambutnya memang sudah memiliki masalah dengan munculnya uban. Oleh karena itu sejak bertugas di Makasar (1995), mengecat rambut agar tetap gagah sekaligus untuk menjaga penampilan adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukannya, meskipun sebenarnya kurang disukainya.

Kondisi ini (mengecat rambut) terus terjadi hingga usianya memasuki masa pensiun (purna tugas) sejak tahun 2005 lalu. Sejak masa pensiun Chappy Hakim memang sempat berpikir untuk meninggalkan aktifitasnya untuk mengecat rambut, namun muncul lagi perasaan mengganggu.

Ada perasaan, kok setelah pensiun malah jadi “frustasi” karena beda penampilan? Selain itu, Chappy Hakim juga ingin tetap menunjukkan kepada para juniornya bahwa sebenarnya ia still going steady, meskipun sudah memasuki masa pensiun, artinya kegiatan “Cat Rambut” seorang Chappy Hakim must be continue.

Saya benar-benar baru meninggalkan “Dunia Hitam” saat anak saya melahirkan anaknya yang pertama (baca: cucu)”, ujarnya disela-sela menjawab pertanyaan dari rekan-rekan blogger yang hadir dalam acara bedah buku tersebut. Dunia hitam yang dimaksud seorang Chappy Hakim disini adalah aktifitas menghitamkan rambut alias mengecat rambut.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-20Acara yang berlangsung cukup meriah tersebut dimoderatori oleh admin dan pendiri Kompasiana, sekaligus editorial buku CROY, Pepih Nugraha, dan juga dihadiri oleh lebih dari 50 orang audience dari berbagai kalangan termasuk para blogger.

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pengurus bloggerbekasi.com (Wijaya Kusumah, Aris Heru Utomo, Yulyanto dan Rawi Wahyudiono), yang saat ini sedang mempersiapkan acara “launching” komunitas blogger pertama di Kota Bekasi yang juga sedianya akan mengundang rekan-rekan blogger Kompasiana (termasuk Chappy Hakim dan Pepih Nugraha) serta blogger-blogger kenamaan di Tanah Air.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-101Sebagai sesama blogger, pada akhir acara tersebut, komunitas bloggerbekasi.com juga menyampaikan kesediaannya kepada pihak Kompas Gramedia untuk menjadi salah satu “tim sukses” buku karya Chappy Hakim ini, saat melakukan roadshowBedah Buku” berikutnya di Kota Bekasi.

Salam Sukses Buat Pak Chappy Hakim!….

Yulyanto

(pengurus www.bloggerbekasi.com)

Indahnya Puasa (2): “Sholat didalam Sholat”

August 22, 2009 By: yulyanto Category: Agama, Belajar, ramadhan, Renungan

masjid-albarkahBulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, maghfirah, dan penyelamat dari api neraka. Hal ini sebagaimana terungkap dalam khutbah Rasulullah S.A.W., diakhir bulan Sya’ban, dan juga sebagaimana pernah diceritakan kembali oleh Salman Al-Farisi: “Dan ia (Ramadhan) adalah bulan yang awalnya merupakan rahmat, pertengahannya merupakan ampunan, dan akhirnya sebagai pembebas dari api neraka”.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sholat sunnat Tarawih adalah salah satu hal sunnat yang akan kita laksanakan sebelum menjalankan ibadah puasa pada keesokan harinya. Hari pertama menunaikan sholat sunnat Tarawih (21/08/09) di “Masjid Agung Al-Barqah” adalah yang pertama kali juga bagi saya memasuki ruangan dalam masjid yang saat ini telah menjadi salah satu kebanggaan religius (icon) bagi masyarakat Kota Bekasi.

Dengan tampilan yang cukup menawan dan artistik, terletak dipusat pemerintahan kota, tepatnya di Alun-Alun Kota Bekasi, tempat sebagian besar masyarakat Kota Bekasi menghabiskan waktu untuk bersantai, berolah raga atau (mungkin) hanya sekedar “cuci mata” saja, menjadikan Masjid Agung ini semakin terlihat sangat megah pada kawasan tersebut.

Sholat sunnat pada “Masjid Agung Al-Barqah” yang di-imami oleh Al-Hafidz (hafal 30 juz, Al-quran) Ustadz Abdul Rohman dilaksanakan sebanyak 23 (dua puluh tiga) raka’at, yang terdiri atas 20 (duapuluh) raka’at sholat sunnat Tarawih dan 1 (satu) raka’at-nya adalah sholat sunnat Witir. Namun demikian diberikan kebebasan bagi para jamaah yang hanya ingin melaksanakan 11 (sebelas) raka’at saja, dimana 8 (delapan) raka’at-nya adalah sholat sunnat Tarawih sedangkan 3 (tiga) raka’at lainnya merupakan sholat sunnat Witir.

Masalah perbedaan jumlah raka’at ini bukanlah sesuatu hal yang perlu diperdebatkan, karena Rasulullah SAW pernah melakukan sholat sunnat Tarawih hanya sebanyak 8 (delapan) raka’at saja, sementara itu Umar bin Khatab juga pernah mengerjakan sholat sunnat Tarawih hingga 20 (duapuluh) raka’at, dalam Islam keduanya sahih dan boleh dilaksanakan.

Yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita sebagai sesama umat muslim adalah nilai ke-khusyukan dalam menjalankan ibadah sholat sunnat Tarawih menjadi sedikit agak terganggu. Coba saja Anda bayangkan, setelah salam terakhir pada raka’at kedelapan, sebagian jamaah masjid masing-masing segera bergegas meninggalkan shaft sholatnya untuk kemudian melanjutkan sholat sunnat Witir dalam shaft terpisah dalam satu masjid yang sama.

Jadi, ada banyak kelompok jamaah yang melaksanakan sholat sunnat Witir ditengah-tengah khusyuk-nya jamaah lain yang juga sedang melaksanakan sholat sunnat Tarawih. Hal inilah yang tampaknya terjadi pada “Masjid Agung Al-Barqah”, tempat saya singgah selepas pulang kantor, untuk menunaikan sholat sunnat Tarawih pertama sebelum menjalankan ibadah puasa pada hari ini (22/08/09).

Adalah hal yang salah (mungkin) jika pengurus “Masjid Agung Al-Barqah” mengharuskan jamaah-nya untuk ikut sesuai aturan mereka, yaitu melaksanakan sholat sunnat sebanyak 23 (dua puluh tiga) raka’at, namun tak ada salahnya juga diberikan semacam himbauan kepada para jamaah-nya untuk melaksanakan sholat sunnat sesuai aturan mereka. Selain akan menambah pahala ber-ibadah, hal ini tentunya juga akan membuat kita semakin nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.

Diluar dari itu semua, sama halnya seperti do’a-do’a kaum muslimin pada umumnya, saya dan keluarga merasa sangat bersyukur sekali, bahwasanya Allah SWT masih sangat berbaik hati dengan mempertemukan kami kembali dengan bulan Ramadhan-Nya yang penuh mukzizat ini.

Terus terang pengetahuan saya mengenai Agama, masih sangat kurang. Apa yang saya sampaikan hanyalah sebuah pemikiran dengan menggunakan nalar dan logika secara pribadi, tidak ada satupun niat dalam hati kecil ini untuk mempertentangkan apa yang sudah ditetapkan sebelumnya. Mohon pencerahan dari rekan-rekan sekalian jikalau terjadi salah persepsi tentang apa yang telah saya tuliskan diatas.

Jadikanlah Bulan Ramadhan kali ini menjadi “Bulan Ramadhan Keluarga yang Terbaik”, buatlah harapan-harapan menjadi kenyataan, bukan hanya sekedar angan-angan semata. Caranya adalah sebagai berikut: (1) Buatlah Allah SWT sebagai sumber dari semua harapan kita; (2) Selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT; dan yang terakhir adalah (3) Berusaha dan bekerja keras-lah untuk mewujudkan harapan menjadi kenyataan, karena sesungguhnya Allah SWT berkata: “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku”. (H. R. Muslim)

Manfaatkanlah Bulan Ramadhan ini untuk mendapatkan berkah sebanyak-banyaknya melalui “Blog”. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa hari Pertama!….

Wassalamualaikum w.r.w.b.,

www.yulyanto.com

(Pengurus www.bloggerbekasi.com)

Indahnya Puasa (1): “Hemat Bukan Pelit”

August 21, 2009 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, kompasiana, ramadhan, Renungan

Setahun yang lalu saya pernah diundang sebagai nara sumber sebuah acara menyambut bulan Ramadhan, yang bertajuk “Indahnya Puasa” oleh sebuah stasiun televisi (TV) swasta yang tergolong masih baru (masih siaran percobaan) namun menurut saya cukup prospektif, yaitu Televisi Nusantara (TVN) yang Production House (PH) nya berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Mungkin anda berpikir kok jauh sekali yach PH-nya? Padahal kantor pusatnya ada dikawasan sentra bisnis ternama di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Sebenarnya bukanlah hal yang aneh mengapa Cikarang yang dipilih oleh TVN sebagai salah satu markas mereka.

Hal ini tentunya terkait dengan rencana pemerintah yang akan menjadikan kawasan Cikarang, tepatnya di Jababeka II, sebagai “The first one stop film and TV industry centre in Indonesia” atau nantinya akan lebih dikenal dengan sebutan “Hollywood-nya Indonesia” (informasi lebih lengkapnya bisa anda lihat pada link diatas, yaitu saat saya menghadiri launching acara tersebut).

Acara tersebut tayang sambil menunggu Adzan Maghrib terjelang. Bersama komedian senior, mas Unang, selebritis cantik dan tersohor, mba Devi Permatasari), dan jebolan Akademi Pelawak Indonesia (API) Ragil (Indra) yang kocak abis serta dengan di iringi oleh “Simple Band” yang saat ini (mungkin) sudah hampir menelorkan dua album sebagai guest star-nya, menjadikan acara tersebut semakin hidup dan penuh warna.

Dikemas dalam sebuah tema acara yang menarik (menurut saya), yaitu “Hemat Bukan Pelit”, menjadikan tayangan pada episode tersebut menjadi lebih bermakna, dimana kita bisa belajar “sesuatu” hal yang positif, sambil menunggu waktu “ngabuburit” serta menanti suara bedug maghrib mulai berkumandang yang menandai saatnya berbuka puasa.

Sekilas, sebagian orang awam mungkin berpendapat bahwa orang hemat itu sama dengan pelit, tidak keliru memang, karena mereka hanya melihat dalam satu sudut pandang yaitu “efisien dalam mengeluarkan uang”, namun jika kita kaji lebih mendalam ternyata hemat itu sama sekali berbeda dengan pelit, mengapa demikian? berikut ini adalah analogi yang dapat saya sampaikan:

Pelit:

  • Saat kita memiliki kesempatan untuk menggunakan berbagai macam alternatif transportasi umum (misalnya: taxi, busway, bajaj, ojek motor, mikrolet, dsb) untuk pergi kesebuah lokasi, kita akan memilih transportasi umum yang paling sedikit mengeluarkan biaya (misalnya: mikrolet), tanpa mempertimbangkan aspek kebutuhan serta manfaat yang akan kita terima dari pilihan kita tersebut.
  • Seorang yang pelit, berusaha untuk tidak mengeluarkan uang, meskipun untuk diri sendiri, apalagi jika harus mengeluarkan uang untuk kepentingan orang lain (sering disebut sebagai orang yang kikir).

Hemat:

  • Saat kita memiliki kesempatan untuk menggunakan berbagai macam alternatif transportasi umum (misalnya: taxi, busway, bajaj, ojek motor, mikrolet, dsb) untuk pergi kesebuah lokasi, kita akan memilih transportasi umum yang paling sedikit mengeluarkan biaya (misalnya: mikrolet), namun tetap dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan serta manfaat yang akan kita terima dari pilihan kita tersebut (proporsional)
  • Seorang yang hemat, mungkin saja akan memilih naik taxi ketimbang mikrolet, jikalau dirasakan ada faktor-faktor tertentu (dengan menggunakan logika) yang jika dengan menggunakan taxi manfaat yang di dapatkan sesuai dengan tingkat kebutuhannya pada saat itu (misalnya: harus menghadiri undangan pejabat, terkait dengan kenaikan pangkat-nya).
  • Seorang yang hemat, rela mengeluarkan uang Rp. 1.000.000 untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan manfaat yang di inginkannya, namun ia tidak akan rela mengeluarkan uang, meskipun hanya Rp. 1.000 untuk sesuatu hal yang sama sekali tidak dibutuhkan.

Berdasarkan analogi yang saya sampaikan tersebut, bisa disimpulkan bahwa definisi hemat dan pelit kurang lebih adalah sebagai berikut:

Pelit:

  • Tidak ada pengeluaran untuk orang lain, apalagi jika dirasa pengeluaran yang dilakukan tidak akan mendatangkan manfaat baginya (bersifat egosentris).
  • Orang pelit cenderung sombong, karena sifat dasarnya yang sangat egosentris tadi, mementingkan diri sendiri, tidak pernah memikirkan bagaimana nasib orang lain meskipun bisa membantu.
  • Jika menggunakan sesuatu (listrik, air, dsb) dipakai sesedikit mungkin, tanpa mempertimbangkan aspek lainnya (logika berpikir).
  • Salah satu ciri orang yang pelit adalah tidak memiliki teman, karena biasanya mereka sangat khawatir dimintai pinjaman uang oleh temannya tersebut.

Hemat:

  • Menggunakan sesuatu (uang) dengan cermat dan berhati-hati agar tidak lekas habis.
  • Tidak ada pengeluaran untuk hal-hal yang tidak sedang dibutuhkan, bisa menempatkan setiap pengeluaran sesuai dengan porsinya (proforsional).
  • Hemat merupakan sikap dasar yang dalam memanfaatkan sesuatu akan dilakukan secara efektif dan efisien.
  • Jika menggunakan sesuatu (listrik, air, dsb) dipakai seperlunya (sesuai dengan kebutuhan), karena biasa berpikir dengan menggunakan logika
  • Salah satu ciri orang yang hemat adalah sudah memiliki tabungan

Sementara itu jika kita coba mengkaji lebih dalam lagi, HEMAT menurut ALQUR’AN adalah sebagaimana sudah disampaikan melalui Surat Al-Furqan, ayat ke 67, yang mengatakan sebagai berikut:: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”.

Sedangkan HEMAT menurut HADITS, adalah sebagaimana disampaikan melalui HR. Ahmad yang menyatakan sebagai berikut: “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan dengan pertengahan, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga pada hari dia miskin dan membutuhkannya. Dan “Tidak akan miskin orang yang bersikap pertengahan dalam pengeluaran.”

Salah seorang sastrawan ternama di Indonesia, Buya Hamka (Alm.), juga pernah melakukan pendefinisian terhadap HEMAT dan PELIT, yaitu sebagaimana disampaikan sebagai berikut: “Jangan serupakan diantara Hemat dan Bakhil (Pelit), karena orang yang hemat memperhitungkan perbelanjaannya, uang masuk dan uang keluar dengan tujuan apabila perlu dapat membelanjakan harta itu menurut yang sepatutnya. Tetapi orang yang bakhil mengumpulkan harta dengan tujuan semata-mata hanya menumpuknya. Orang yang Hemat mengatur hartanya, orang yang Bakhil (Pelit) diatur oleh hartanya“.

Demikian sedikit ulasan saya mengenang bulan Ramadhan tahun lalu (2008), tulisan diatas tidak bermaksud untuk menggurui, dan hanya sekedar sharing diantara kita sebagai sesama blogger, semoga bisa bermanfaat buat kita semua, Amin.

Terkait dengan bulan Ramadhan yang akan kita jalankan esok hari, maka dalam kesempatan yang sangat baik ini, dengan segala kerendahan hati serta keikhlasan, kami sekeluarga ingin mengucapkan: MARHABAN YA RAMADHAN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN” atas semua kekhilafan dan kelalaian yang pernah kami lakukan, baik itu secara langsung maupun tidak langsung (termasuk melalui dunia maya), semoga Allah berkenan mengampuni semua dosa-dosa kita semua dan memberikan Barokahnya di Bulan yang penuh Hikmah ini.


Wa
ssalamu’alaikum Wr. Wb,

Yulyanto & Keluarga (www.yulyanto.com)

Pre-launching “bloggerbekasi.com” (BBC): Menembus Tapal Batas!

August 18, 2009 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, kompasiana, Uncategorized

Cikal Bakal Bloggger Ditanah Air

blogPerkembangan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology/ ICT) saat ini telah membawa pengaruh yang sangat signifikan terhadap budaya kehidupan bangsa dan negara kita. Salah satunya adalah pertumbuhan blogging media yang (mungkin) saja, suatu saat nanti bisa menggantikan peran main stream media saat ini.

Potensi para blogger yang kini tersebar di berbagai daerah dan kalangan, telah menjadikan blogging media semakin berperan cukup penting dalam setiap kesempatan. Dari yang mulanya hanya sekedar hobi, blog saat ini sudah mengalami perluasan yang cukup signifikan. Selain sebagai media sosial networking, saat ini blog juga banyak dijadikan sebagai lahan bisnis bagi sebagian masyarakat yang “melek” ICT.

Blog telah membuat hilangnya batasan antara selebritis dan para fans-nya, bahkan para politikus pun tak mau ketinggalan untuk ikut terlibat dengan membuat blog sebagai personal branding dan alternatif media untuk melakukan kampanye. Akses tanpa batas adalah salah satu kekuatan yang dimiliki oleh blogging media untuk menembus batas-batas formil yang selama ini (mungkin) masih ada dan sudah tidak relevan lagi untuk di implementasikan.

Sementara itu, perkembangan blog di Indonesia sejak 2 (dua) tahun terakhir ini tak bisa dibendung lagi, apalagi sejak sukses digelarnya “Pesta Blogger I” pada tanggal 27 Oktober 2007 lalu di Jakarta, keberadaan para “blogger” dan komunitasnya di Indonesia saat ini semakin diakui eksistensinya oleh pemerintah.

Pemerintah melalui perwakilannya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Muhammad Nuh, mengapresiasikan dunia blogging ditanah air dan menetapkan bahwa tanggal 27 Oktober 2007 merupakan tonggak lahirnya komunitas blogger di Indonesia dan akan di peringati setiap tahunnya sebagai “Hari Blogger Nasional”.

Dengan ditetapkannya tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional”, maka pemerintah diharapkan bisa menjadi fasilitator dan secara konsisten turut mendukung perkembangan blog ditanah air, tentunya dengan tetap mengacu dan sejalan dengan tujuan nasional, tanpa harus membatasi kebebasan ngeblog para blogger, terutama untuk hal-hal yang bersifat positif demi kemajuan bangsa dan negara.

Langkah Nyata Blogger Kota Bekasi dan Sekitarnya

bekasi11111Sebagai salah satu pusat bisnis terbesar dengan jumlah penduduk hampir mencapai 3 (tiga) juta jiwa yang berbatasan langsung dengan Ibukota Negara Republik Indonesia (RI), Jakarta, tentunya blogger-blogger yang lahir dan menetap atau yang terkait dengan wilayah Kota Bekasi (baik langsung maupun tidak langsung), juga tigak ingin ketinggalan dan akan ikut mengambil bagian dalam perkembangan blog di tanah air.

Salah satu langkah nyata yang saat ini telah dilakukan oleh para blogger Kota Bekasi terkait dengan perkembangan blog ditanah air adalah dengan cara mendirikan sebuah komunitas agregator blogger Kota Bekasi (www.bloggerbekasi.com) sebagai alternatif media terkini yang akan digunakan oleh kita semua, seluruh masyarakat Kota Bekasi agar bisa ikut menjadi bagian dalam membangun Kota Bekasi yang kita cintai, baik pada saat ini maupun pada masa-masa yang akan datang.

Lahirnya bloggerbekasi.com

mp17 Agustus 1945 yang lalu para pejuang bangsa Indonesia yang diwakili oleh Bung Karno dan bung Hatta berhasil mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia dari jajahan Jepang. Deklarasi tersebut pada akhirnya membawa kita semua, rakyat Indonesia, bisa menikmati alam kemerdekaan hingga saat ini.

64 tahun kemudian, 17 Agustus 2009, bertempat di Bekasi Cyber Park (BCP), para blogger yang berdomisili dan memiliki hubungan dengan Kota Bekasi dan sekitarnya, sepakat untuk mengambil moment patriotik tersebut sebagai tonggak lahirnya komunitas bloggerbekasi.com.

Membentuk sebuah komunitas blogger, sebenarnya bukanlah hal yang baru, bahkan untuk saat ini merupakan hal yang biasa saja. Lalu apa istimewanya dengan komunitas bloggerbekasi.com yang baru saja mendeklarasikan lahir pada tanggal 17 Agustus 2009 ini? Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa bloggerbekasi.com menjadi terlihat lebih istimewa, ketimbang komunitas-komunitas blogger lainnya:

Cita-Cita Dibentuknya bloggerbekasi.com

citaSejak awal terbentuknya, kami para pendiri dan pengurus bloggerbekasi.com sepakat untuk membuat sebuah komunitas blogger yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya sekedar kumpul-kumpul dan berbagi cerita saja, kami ingin komunitas ini benar-benar bisa “menjadikan budaya “blog” sebagai salah satu media alternatif untuk menyampaikan informasi melalui jurnalisme warga (citizen journalism), agar bisa berperan aktif dan ikut serta untuk memajukan Kota Bekasi dan sekitarnya kearah yang lebih baik lagi”.

Tujuan Dibentuknya bloggerbekasi.com

sasaranKomunitas blogger Kota Bekasi yang dibentuk ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat umum yang berdomisili, lahir, keturunan, sekolah, bekerja, ataupun hanya sekedar tertarik dengan Kota Bekasi dan sekitarnya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Melalui komunitas blogger Kota Bekasi ini, diharapkan akan tercipta sinergi antara penduduk (masyarakat) sebagai blogger dengan Pemerintah Kota Bekasi sebagai pengelola Kota Bekasi. Selain itu, peran para blogger yang nantinya akan bergabung untuk membentuk sebuah komunitas blogger terbesar di Kota Bekasi ini, bisa menjadi sebuah langkah awal dan alternatif media untuk menampung saran dan masukan positif terkait dengan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Corporate Gorvernment/GCG), yang pada akhirnya bisa ikut berperan serta dalam membangun dan memajukan Kota Bekasi.

Apa Saja Yang Akan Dilakukan Oleh bloggerbekasi.com

ngeblogTerkait dengan komunitas blogger Kota Bekasi yang telah kami bentuk tersebut, berikut ini adalah program kerja yang akan kami lakukan untuk mencapai cita-cita dan tujuan sebagaimana telah kami sampaikan diatas:


  1. Melakukan pelatihan (training) bagi masyarakat umum Kota Bekasi dan Sekitarnya mengenai blog bekerjasama dengan Kompasiana.com (Kompas.com) secara berkala.
  2. Melakukan pelatihan (training) bagi siswa/ siswi Sekolah Menengah Umum (SMU) dan sederajat dalam wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya mengenai blog bekerjasama dengan Kompasiana.com (Kompas.com) secara berkala.
  3. Membuat perlombaan mengenai potensi-potensi yang dimiliki oleh Kota Bekasi dan sekitarnya dalam bentuk tulisan (artikel), yang nantinya akan dipublikasikan melalui blog www.bloggerbekasi.com.
  4. Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (baik pemerintah maupun swasta) yang berada dalam kawasan wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya terkait dengan even-even penting yang perlu diketahui oleh publik.
  5. Membantu pihak-pihak terkait (baik pemerintah maupun swasta) yang berada dalam kawasan wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya, terkait dengan promosi-promosi mengenai hal-hal tertentu (misal: wisata, kuliner, dan sebagainya).
  6. Mengadakan bakti sosial (secara berkala), bekerjasama dengan masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi, sekaligus untuk menjalin tali silaturahmi.

Siapa Saja Yang Menjadi Pengurus bloggerbekasi.com

wawBerikut ini adalah daftar pengurus yang sepenuhnya akan bertanggung jawab atas dibentuknya komunitas blogger Kota Bekasi ini, yaitu sebagai berikut: Dewan Penasihat: Wijaya Kusumah, Amril Taufik Gobel; Ketua: Aris Heru Utomo; Wakil Ketua: Eko Sutrisno; Sekretaris: Yulyanto; Hubungan Masyarakat: Rawi Wahyudiono; Administator: Irfan Zj; Design Kreatif: Puti Karina Puar. Profile lengkap mengenai pengurus bloggerbekasi.com, bisa diakses melalui halaman pengurus pada blog bloggerbekasi.com.

Akhir kata,

thanksSemoga saja, usaha yang telah kami lakukan ini, yaitu dengan membentuk sebuah komunitas blogger di Kota Bekasi akan mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kota Bekasi dan juga bisa membawa manfaat positif bagi masyarakat Kota Bekasi khususnya, dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Mohon dukungan dari semua pihak, Amin….

Salam bloggerbekasi.com (BBC)

Yulyanto (www.yulyanto.com)

WS Rendra Masih Hidup!…

August 15, 2009 By: yulyanto Category: blogger, kompasiana, motivation, News

2009-08-14-mengenang-ws-rendra-37Baru seminggu yang lalu (06/08/09) kita kehilangan seorang pujangga puisi, yang terkenal dengan sebutan si “Burung Merak”, siapa lagi kalau bukan Wahyu Sulaeman Rendra atau yang terlahir dengan nama Willibrordus Surendra Broto Rendra (WS Rendra).

Kepergiannya yang sangat mendadak, beberapa hari setelah meninggalnya (04/08/09) Mbah Surip “Tak Gendong”, cukup menggemparkan para pujangga dan pecinta puisi serta dunia sastrawan di tanah air kita.

Siapa yang tidak mengenal sosok WS Rendra?… Sejak jaman Orde Baru hingga Era Reformasi, karya-karyanya terus mengalir tanpa mengenal lelah dan rasa takut sedikitpun terhadap siapapun, termasuk para penguasa yang seringkali menentang dan mengecam hasil karyanya.

(more…)

Bisu dan Tuli, Bukanlah Halangan Untuk Menjadi Seorang Blogger!

August 09, 2009 By: yulyanto Category: Belajar, blogger, kompasiana, motivation, News, Special Event

blogshopSeperti biasanya, Blogshop Kompasiana yang merupakan agenda rutin bulanan Kompasiana.com kembali diselenggarakan pada hari Sabtu kemarin (08/08/09). Blogshop tersebut adalah kali yang ke-empat (termasuk roadshow Blogshop Kompasiana di Cikarang) yang berhasil diselenggarakan oleh tim Kompasiana.com dengan baik dan cukup sukses.

Berdasarkan jadwal rutinnya, seharusnya Blogshop Kompasiana kali ini diselenggarakan pada tanggal 01 Agustus 2009 lalu, namun karena berbarengan dengan acara peluncuran buku “Cat Rambut Orang Yahudi” karya Chappy Hakim di Airman Planet, Hotel Sultan, Jakarta, akhirnya tim Kompasiana.com menunda kegiatan rutin bulanan tersebut, dan merubahnya hingga menjadi tanggal 08 Agustus 2009.

Dari 40 orang peserta yang sudah mendaftar online, ternyata tidak lebih dari setengahnya yang benar-benar hadir pada acara Blogshop Kompasiana yang ke-empat kali ini. Meskipun tidak begitu banyak pesertanya, namun antusiasme para peserta mengenai dunia blogging kelihatan masih cukup tinggi, hal ini bisa dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para nara sumber.

(more…)

Yulyanto: Blogger Kompasiana, Menyampaikan Testimoni (by Pepih Nugraha)

August 04, 2009 By: yulyanto Category: Belajar, blogger, News

yulyantoPada Sabtu 27 Juni 2009 lalu, Kompasiana menyelenggarakan Kompasiana Blogshop 2 di Lantai V Gedung Kompas-Gramedia Jalan Palmerah Selatan 26-28 Jakarta.

Ini merupakan kegiatan rutin bulanan dimana pengasuh Kompasiana melakukan sharing penulisan dan pembuatan blog, mulai desain sampai konten blog.

Berbeda dengan Kompasiana Blogshop pertama pada 30 Mei lalu yang diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa, Kompasiana Blogshop kali ini terbuka untuk umum.

Para peminat antusias mengikuti setiap pelatihan yang interaktif. Peserta langsung diberi kesempatan menulis apa saja seusai pelatihan dimana hasilnya kemudian dibahas satu persatu.

(more…)