“Ngeblog”, Bukti Cinta Tanah Air Seorang Chappy Hakim!
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel yang berkenaan dengan terbukanya peluang serta kemungkinan bagi kita semua, para blogger Kompasiana untuk membukukan artikel-artikelnya, yang (menurut saya) hingga saat ini masih berserakan dan tidak beraturan, untuk menjadi sebuah mahakarya dalam bentuk “buku”.
Munculnya penulis-penulis baru dan penulis kenamaan yang tulisannya seringkali kita temui pada berbagai media main stream untuk bergabung menjadi seorang blogger pada Kompasiana, semakin hari semakin menambah maraknya postingan-postingan berkualitas yang rasanya teramat sayang sekali jika harus dilewatkan untuk dibaca.
Bukan itu saja, kehadiran para blogger dari kalangan selebritis, pejabat pemerintahan dan para professional yang dengan sukarela ngeblog di Kompasiana saat ini, juga telah membawa Kompasiana menjadi salah satu alternatif blogging media yang cukup diperhitungkan keberadaannya ditanah air kita.
Hal ini dapat dibuktikan dengan eksistensi tulisan-tulisan yang sebelumnya telah diposting pada halaman Kompasiana, seringkali digunakan sebagai bahan rujukan bagi berbagai media di Indonesia, baik itu dari kalangan mainstream media maupun blogging media.
Sementara itu popularitas blog Kompasiana sendiri, dari hari ke hari semakin meningkat. Salah satu bukti indikator yang dapat kita lihat adalah dengan meningkatnya traffic pengunjung yang telah singgah pada halaman Kompasiana.
Menurut Alexa.com, salah satu situs kelas dunia yang seringkali dijadikan sebagai acuan utama bagi berbagai media untuk mendapatkan informasi mengenai rating sebuah website (blog), saat ini Kompasiana sudah bertengger pada traffic rank 13,394 untuk dunia dan 202 untuk wilayah Indonesia (03/08/09), sebuah prestasi yang luar biasa untuk sebuah blog yang belum genap setahun usianya.
Kembali kemasalah penerbitan sebuah mahakarya dalam bentuk “buku”, banyaknya tulisan-tulisan berkualitas yang hingga saat ini masih menumpuk dan berserakan di dapur admin Kompasiana, nampaknya tidak dilewatkan begitu saja oleh tim Kompasiana.
Melalui tulisan-tulisan bernas seorang Chappy Hakim (mantan Kepala Staf Angkatan Udara/ KSAU) sebagai salah seorang “guest blogger” di Kompasiana, akhirnya berhasil diterbitkan sebuah mahakarya berupa “buku”, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab moral dan eksistensi Kompasiana bagi perkembangan dunia “blogging” ditanah air.
Melalui usaha dan kerja keras pastinya, akhirnya Pepih Nugraha (seorang wartawan senior Kompas sekaligus pendiri dan pengasuh Kompasiana) berhasil merampungkan editorial sebuah buku karya Chappy Hakim yang bertajuk “Cat Rambut Orang Yahudi” yang telah dilaunching pada hari Sabtu lalu (01/08/09), bertempat di Airman Planet, Hotel Sultan, Jakarta.
Peluncuran buku tersebut dihadiri oleh sekitar 100 orang lebih sebagai blogger undangan yang tergabung dalam komunitas blogger Kompasiana dan rekan-rekan media lainnya yang ikut hadir untuk meliput jalannya peluncuran buku Chappy Hakim. yang juga diberi penghargaan khusus oleh Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai seorang Jenderal Bintang Empat Pertama yang berhasil menerbitkan buku dari hasil Ngeblog-nya.
Hal ini tentunya merupakan sebuah hadiah dan penghargaan yang luar biasa bagi Kompasiana, dimana buku pertama yang diterbitkannya berhasil meraih penghargaan MURI. Pastinya, kondisi ini akan memberikan motivasi yang luar biasa juga bagi para blogger lainnya, khususnya yang tergabung dalam komunitas blogger Kompasiana ini, untuk terus berkarya melalui tulisan-tulisan terbaiknya, yang jika layak, mungkin saja akan dibukukan juga oleh Kompasiana!
Sebagai salah seorang mantan orang nomor satu yang pernah mengabdi dalam lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU), rasanya tidak ada satu alasanpun bagi kita untuk meragukan sepak terjang, kiprah dan karya serta kecintaan seorang Chappy Hakim terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.
Sisi lain bentuk kecintaan seorang Chappy Hakim (sebagai seorang blogger) terhadap bangsa dan negaranya, kini kembali direfleksikan dalam bentuk mahakarta sebuah “buku”. Melalui kata pengantar dalam bukunya, Chappy Hakim mengajak kita semua untuk ikut berbagi rasa diantara sesama teman yang memiliki cita-cita yang sama, yaitu: “untuk dapat melihat bangsa Indonesia yang lebih baik lagi”.
Cinta tanah air tidak melulu berjuang melawan penjajah dan ancaman dari bangsa lain. Cinta tanah air tidaklah harus bersimbah darah untuk mengusir lawan dari tanah air kita. Cinta tanah air tidak selalu mengorbankan jiwa dan raga kita. Cinta tanah air juga bisa dilakukan dalam berbagai perwujudan, salah satunya adalah melalui sebuah mahakarya dalam bentuk “buku” hasil kita “ngeblog” selama ini.
Paling tidak, mahakarya dalam bentuk sebuah “buku” hasil ngeblog-nya di Kompasiana, merupakan salah satu perwujudan dan bentuk dedikasi lain seorang Chappy Hakim untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan tanah air Indonesia.
Kita tidak harus berubah menjadi sosok seorang Chappy Hakim sebagai mantan perwira TNI-AU untuk bisa mewujudkan kecintaan kita terhadap tanah air dan bangsa ini. Sebagai seorang blogger, kita bisa mencontoh sisi lain dedikasi seorang Chappy Hakim terhadap tanah air dan bangsanya, sebagai seorang blogger juga.
Tidak ada sesuatu hal pun yang bisa menghalangi kita untuk mencintai tanah air ini, sekaranglah saatnya bagi kita untuk berbuat sesuatu sebagai seorang blogger yang ingin mewujudkan cintanya terhadap tanah air melalui media “blogging”.
“Ngeblog” lah tentang sesuatu hal yang bermanfaat bagi anda, orang lain, masyarakat dan bangsa ini, kelak pasti Andalah yang akan menjadi Chappy Hakim-Chappy Hakim berikutnya! Selamat “Ngeblog” !!….
Salam Blogger Cinta Tanah Air
Yulyanto (www.yulyanto.com)



August 3rd, 2009 at 6:55 pm
Andrea, it is a great post thanks for posting it!
August 4th, 2009 at 4:43 am
I hope this was a very interesting post thanks for writing it
August 4th, 2009 at 2:07 pm
In truth, immediately i didn’t understand the essence. But after re-reading all at once became clear.