Citizen Journalism (1): “Eiffel, I’m (still) in Love!!…”
Masih ingat dengan judul film “Eiffel, I’m in Love”..? Ya, itu adalah sebuah judul film layar lebar karya sutradara Nasri Cheppy, yang mengadopsi cerita dari novel best seller karya Rachmania Arunita. Setelah kesuksesan film layar lebar “Ada Apa Dengan Cinta (AADC)”, menurut saya film ini juga termasuk salah satu dari film layar lebar bertema sejenis yang cukup sukses dipasar perfilman Indonesia, mengingat banyak remaja pada masanya yang cukup menggandrungi film tersebut.
Sesuai dengan judulnya, “Eiffel, I’m in Love” mengambil latar belakang lokasi syuting yang bertempat di monumen paling bersejarah dan sangat fenomenal, “Menara Eiffel” di Kota Paris (Perancis) yang juga merupakan salah satu primadona pariwisata di salah satu kawasan uni-Eropa tersebut.
Selain lokasi syutingnya, soundtrack hasil besutan dari pasangan musisi Melly Guslaw dan Anto Hoed juga mampu membuat film yang diperankan oleh bintang berbakat Sandy Aulia dan Samuel Rizal tersebut benar-benar berhasil membawa para penonton kedalam aura kehangatan negeri Perancis dimana “Menara Eiffel” berdiri dengan megahnya.
Setelah film fenomenal “Titanic” yang tayang sekitar tahun 1997, dan film “Ada Apa Dengan Cinta (AADC)” yang diputar sekitar tahun 1998, yang berikutnya adalah film “Eiffel I’m in Love” yang diputar sekitar tahun 2003 ini, yang juga berhasil menggiring saya berkali-kali masuk kegedung bioskop, hanya untuk menonton kembali film yang sama..
Saat menyaksikan film “Eiffel I’m in Love” waktu itu, rasanya kok kepingin sekali berada disana, dalam suasana yang sama saat Sandy Aulia dan Samuel Rizal beradu akting untuk menyatakan “rasa cinta” yang terkesan malu-malu untuk diungkapkan, dibawah indahnya gemerlap “Menara Eiffel” di Kota Paris. Meskipun hanya berada dalam khayalan semata, tapi memang sangat terasa sekali suasana Romantisnya!……
Khayalan yang sebenarnya sudah berlalu lebih dari 6 (enam) tahun bersama hiruk-pikuk kehidupan saya, kini kembali menyelinap ke alam pikiran dan membayang-bayangi kehidupan saya. Pasalnya, jika tak berhalangan dalam waktu dekat ini saya berkesempatan untuk mengunjungi “Kota Cinta” tersebut, tempat yang paling saya impi-impikan saat menonton film “Eiffel I’m in Love” dulu.
Kunjungan saya adalah terkait dengan tugas pendidikan (training) dalam kurun waktu kurang lebih sekitar 8 (delapan) hari efektif kesalah satu negara uni-Eropa tersebut. Tidak pernah membayangkan sebelumnya, bagaimana rasanya berada disana, jangankan sampai berhari-hari, sedetikpun berada dipuncak “Menara Eiffel”, pastilah itu akan menjadi sebuah pengalaman yang paling indah dan tidak mungkin terlupakan seumur hidup sayaJ
Kepastian kabar persetujuan “visa schengen” dari Kedutaan Besar Perancis di Indonesia yang saya terima pada pertengahan Januari 2010 lalu, seolah-olah memastikan keberangkatan saya ke negara tersebut. Mudah-mudahan saja semuanya bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan saya, mulai dari hari keberangkatan (24/01/10), training di Perancis hingga kepulangan saya kembali ketanah air tercinta, Indonesia (02/02/10).
Meskipun rencana keberangkatan saya baru beberapa hari lagi, namun jujur saja pikiran saya saat ini tidak pernah berhenti membayangkan saat-saat indah berada dibawah “Menara Eiffel” dalam jarak yang sangat dekat seperti halnya saat Sandy Aulia dan Samuel Rizal menyatakan perasaan cintanya dalam film “Eiffel I’m in Love”. Sayangnya, kesempatan tersebut tidak pernah datang saat “I’m in Love” dengan mantan pacar saya dulu, yang saat ini telah menjadi ibu dari anak saya. Namun tetap saja, meskipun tidak pergi bersama istri dan anak, saya tetap akan membawa rasa cinta ini hingga ke puncak “Menara Eiffel”, sambil membayangkan suatu hari nanti saya akan kembali lagi kesana bersama mereka, orang-orang yang paling saya cintai dalam hidup saya yang hanya sekejap ini.
Jikalau rencana tersebut terealisasi dengan izin-Nya, sebagai seorang blogger, Insya Allah disela-sela kesibukan training tersebut, saya akan berusaha untuk melaksanakan kewajiban citizen jurnalism langsung dari Perancis untuk menebus absen saya selama ini, karena “cuti ngeblog” selama kurang lebih 3 (tiga) bulan di http://kompasiana.com, atau kalaupun kondisinya benar-benar sangat tidak memungkinkan, paling tidak saya bisa melaporkannya sesaat setelah kembali ke tanah air. Saya memang berencana akan membawa identitas ke-blogger-an saya hingga kepuncak “Menara Eiffel” di Paris.
“Andai saja kesempatan ini tidak hanya datang buat saya, tapi buat orang-orang yang paling saya cintai juga (istri dan anak saya), pastilah ini akan menjadi sebuah pengalaman kami yang sangat berharga. Meskipun hanya sesaat, pastilah tidak akan mungkin terlupakan sepanjang hidup kami. Ya, kesempatan romantis untuk bisa memadu kasih dibawah gemerlapnya, bahkan hingga kepuncak Menara Eiffel!…….”, really “Eiffel, I’m (still) in Love!…” with you!………..
Salam Blogger
YULYANTO.com
Blogging at:
http://kompasiana.yulyanto.com
Catatan:
Blogging for Citizen Journalism Project (1)









January 21st, 2010 at 1:45 pm
Jiah sendirian yak ke sononya.. Pasti kedinginan tuh. Ayo minum minum! *dikemplang Mas Yul*…
Beruntung banget nih Mas Yul udah kesampean ke negeri impian itu, saya masih bermimpi sampe sana. Eh udah ke Eiffelnya belon? Piye rasane jal?
January 21st, 2010 at 5:08 pm
@dodhie,
Berdua sama temen mas:-)…..
Minum, good idea i think……kabarnya suhu disana minus 5 derajat mas, hiks….
Ke-eiffel??……berangkatnya baru hari minggu ini mas (24/01), semoga lancar dech, nanti diceritain gimana rasanya….he…he….
Thanks atas komentarnya ya mas:-)…
January 22nd, 2010 at 3:16 pm
mas yul…temen saya baru kemaren pulang dari paris…konon cuacanya sangat dingin buanget…..siap-siap bawa fisherment…pasti mak….nyusss