born to be a writer

keep your desire-increase your capability-find out your opportunity-combine all of them in your life to be succesful
Subscribe

Archive for the ‘kompasiana’

Citizen Journalism (1): “Eiffel, I’m (still) in Love!!…”

January 21, 2010 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, Renungan, kompasiana

imagesMasih ingat dengan judul film “Eiffel, I’m in Love”..? Ya, itu adalah sebuah judul film layar lebar karya sutradara Nasri Cheppy, yang mengadopsi cerita dari novel best seller karya Rachmania Arunita. Setelah kesuksesan film layar lebar “Ada Apa Dengan Cinta (AADC)”, menurut saya film ini juga termasuk salah satu dari film layar lebar bertema sejenis yang cukup sukses dipasar perfilman Indonesia, mengingat banyak remaja pada masanya yang cukup menggandrungi film tersebut.

Sesuai dengan judulnya, “Eiffel, I’m in Love” mengambil latar belakang lokasi syuting yang bertempat di monumen paling bersejarah dan sangat fenomenal, “Menara Eiffel” di Kota Paris (Perancis) yang juga merupakan salah satu primadona pariwisata di salah satu kawasan uni-Eropa tersebut.

Selain lokasi syutingnya, soundtrack hasil besutan dari pasangan musisi Melly Guslaw dan Anto Hoed juga mampu membuat film yang diperankan oleh bintang berbakat Sandy Aulia dan Samuel Rizal tersebut benar-benar berhasil membawa para penonton kedalam aura kehangatan negeri Perancis dimana “Menara Eiffel” berdiri dengan megahnya.

(more…)

Melahirkan “Jurnalis Blogging Media” Melalui “Kampusiana”

October 22, 2009 By: yulyanto Category: Renungan, blogger, competition, kompasiana

Mengawal Lahirnya “Kompasiana”….

babyPesatnya perkembangan blogging media dan peluangnya selama 3 (tiga) tahun terakhir ini, mampu diserap dan ditangkap dengan baik oleh seorang jurnalis senior Kompas yang juga seorang blogger, Pepih Nugraha, yaitu dengan memprakarsai berdirinya sebuah kanal blog keroyokan bernama Kompasiana.com.

Sejak Kompasiana.com didirikan setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Oktober 2008 hingga saat ini, nama Pepih Nugraha selalu melekat dan identik dengan nama Kompasiana.com, bahkan (menurut saya) melebihi popularitasnya sendiri sebagai seorang jurnalis mainstream media pada halaman Kompas.

(more…)

Kompasiana Blogshop: “Menebar Virus Blogging di Institut Teknologi Bandung (ITB)”

September 07, 2009 By: yulyanto Category: News, Special Event, blogger, kompasiana, motivation

Kita tentu sudah sangat mengenal Institut Teknologi Bandung (ITB), sebuah Universitas yang tidak hanya terkenal di Indonesia, bahkan didunia. Ada ribuan bahkan hingga mencapai puluhan ribu orang dari berbagai daerah di tanah air dan di dunia yang berlomba-lomba setiap tahunnya untuk mendapatkan kursi sebagai mahasiswa/ mahasiswi di kampus favorit tersebut.

Ada banyak terobosan dalam dunia teknologi yang sudah dicapai oleh para mahasiswa dan alumni ITB, bahkan tidak sedikit juga dari mereka (alumni ITB), yang saat ini telah berhasil menduduki posisi-posisi penting dan strategis sebagai pejabat pemerintahan di Indonesia.

Kali ini kampus ITB, yang dipelopori oleh Rio Seto Yudoyono, salah seorang dosen dari Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI), kembali membuat sebuah terobosan terkini, sebagai kampus pertama yang mengundang tim Kompasiana.com untuk berbagi ilmu mengenaiblogging media melalui acara pelatihan blogshop sehari, yang bertajuk “Kompasiana Blogshop Goes to Campus (ITB)”.


Berbeda dengan roadshow Kompasiana blogshop sebelumnya, blogshop kali ini diwarnai oleh gagasan-gagasan cemerlang dari sang pelopor mengenai konsep dan teknis pelaksanaannya. Dalam sempitnya waktu, Rio Seto Yudoyono menyajikan beberapa ide terkini mengenai acarablogshop yang diadakan kali ini, diantaranya adalah rencanapenggunaan Quick Respose Code (QR Code) sebagai media publikasi dan informasi data para pesertanya.

Meskipun hal tersebut belum sempat direalisasikan padablogshop kali ini, namun ini adalah sebuah gagasan yang sangat brilian dan sangat berkorelasi sekali dengan kemajuan dunia Information dan Communication Technology (ICT) terkini.

Blogshop yang dihadiri kurang lebih 20 orang tersebut memang lebih diutamakan untuk para dosen, peneliti danstaf dari kalangan ITB. Menurut Rio Seto Yudoyono, ada banyak hal positif dan bermanfaat bagi mereka untuk melakukan publikasi dengan menggunakan blogging mediaterkait dengan banyaknya informasi yang mereka miliki dan hingga saat ini belum memiliki konsep publikasi yang memadai.

Selain itu blogging media juga diharapkan akan menjadi sebuah wadah interaksi positif bagi para dosen dengan para mahasiswa/ mahasiswi-nya, terkait dengan penyampaianInformation dan Communication Technology (ICT) dalam bidang pendidikan.

Sebagai nara sumber dalam “Kompasiana Blogshop Goes to Campus (ITB)” kali ini adalah Pepih Nugaraha, jurnalis senior Kompas.com, pendiri sekaligus admin Kompasiana.com, yang menyampaikan materi tentang “Menulis Cepat, Menarik dan Bermanfaat”.

Disusul oleh Iskandar Zulkarnaen(Iskandar Jet), copy writerKompas.com sekaligus adminKompasiana.com, yang berbagi pengetahuan mengenai dasar-dasarblog, dengan materi tentang “Memasuki Belantara Blog”, kemudian dilengkapi oleh Yulyanto, bloggerKompasiana.com dan Asia Blogging Network (ABN) yang memandu para peserta untuk melakukan praktek langsung bagaimana melakukan posting tulisan, upload gambar dan video pada halaman Kompasiana.com.

Yang tidak kalah menarik, dan cukup diminati oleh para peserta blogshop kali ini adalah, diakhir acara parablogger Kompasiana.com yang juga ikut hadir dalam blogshop ITB, berkenan untuk memberikan beberapatestimonial mengenai pengalaman mereka ngeblog di Kompasiana.com.

Para blogger Kompasiana.com yang berkenan hadir dan memberikan testimonial tersebut diantaranya adalah, Novrita, Aris Heru Utomo (ketua bloggerbekasi.com), Rawi Wahyudiono, Erwahyuni dan ditutup dengan sempurna oleh Wijaya Kusumah (omjay).

Acara blogshop yang diberi nama oleh Rio Seto Yudono sebagai “Inisiatif Techno Blogger” tersebut, baru dimulai pada pukul 13.30WIB dan berakhir sesaat sebelum adzan maghrib berkumandang dilingkungan Kampus ITB.

Rencananya dalam waktu dekat, pihak ITB yang diprakarsai oleh seorang blogger, Puti Karina Puar (Mahasiswi Semester-3, Teknik Geologi, ITB) juga akan mengadakan acara serupa untuk para mahasiswa/ mahasiswi dalam lingkungan kampus ITB.

Sebelum ditutup secara resmi, para peserta dan tim Kompasiana.comjuga sempat melakukan acara buka puasa bersama. Kemudian sebagai penutup, setelah melakukan photobersama antara para pesertabloghsop dan tim Kompasiana.com, pihak ITB yang diwakili oleh Rio Seto Yudono dan pihak Kompas.com yang diwakili oleh Pepih Nugraha, saling memberikan cinderamata terkait dengan acara yang baru saja dilangsungkan dengan cukup sukses.

Selamat buat Rio Seto Yudoyono dan pihak kampus ITB sebagai institusi, yang telah menjadi pelopor dalamroadshow Kompasiana Blogshop Goes to Kampus”!… Mudah-mudahan saja para peserta yang sudah hadir tersebut benar-benar akan menjadi aset bagi kampus ITB yang akan menerapkan konsep “Getok Tular” bagi para dosen dan mahasiswa/ mahasiswi, baik itu dalam lingkungan kampus ITB, maupun bagi kampus-kampus lainnya di Indonesia.

Selain itu, tentunya kita semua juga berharap agar sharing yang telah disampaikan saat blogshop kemarin bisa sejalan dengan apa yang dicita-citakan oleh pihak Kampus ITB, dan pastinya bisa memberikan manfaat serta kontribusi positif secara menyeluruh bagi dunia Pendidikan di Indonesia.

Salam Be-Blog,

www.yulyanto.com

“Kompasiana Blogshop Goes to Campus (ITB)”

September 03, 2009 By: yulyanto Category: News, Special Event, kompasiana, motivation

images-1Jika tak ada aral melintang, rencananya pada hari Sabtu pekan ini, tim Kompasiana.com bekerjasama dengan Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukaan roadshow “Kompasiana Blogshop Goes to Campus” di Kampus ITB, BandungJ.

Roadshow memasuki wilayah kampus adalah kali yang pertama bagi Blogshop Kompasiana, walaupun sebelumnya juga telah sukses menggelar roadshow untuk umum di Cikarang. Akhir pekan ini Kampus ITB akan menjadi kampus pertama yang menjadi tujuan roadshowKompasiana Blogshop Goes to Campus” oleh tim Kompasiana.com.

Kegiatan yang diprakarsai oleh seorang alumni Kompasiana Blogshop (Rio Seto Yudoyono) yang juga berprofesi sebagai seorang dosen pada Sekolah Teknik Elektro & Informatika ITB ini, rencananya akan berlangsung pada hari Sabtu, 05 September 2009. Acara akan dimulai tepat pada pukul 12:00WIB dan akan berakhir pada pukul 19:00 WIB, bertempat di Kampus STEI-ITB, Bandung.

Kompasiana Blogshop yang sudah menjadi agenda rutin bulanan tim Kompasiana.com, biasanya berlangsung mulai pukul 10:00WIB dan berakhir pada pukul 15:00WIB, namun dikarenakan acara ini diselenggarakan berbarengan dengan bulan Ramadhan, maka waktu acara blogshop di ITB ini akan dimundurkan hingga beberapa jam agar berdekatan dengan saat berbuka puasa, dan setelah Kompasiana Blogshop berakhir, rencananya akan dibarengi dengan acara “Buka Bersama”.

Inisiatif dari pak Rio, yang dipanggil SBY (Seto Bukan Yudhoyono) oleh Iskandar Jet ini, perlu kita hargai setinggi-tingginya dan mudah-mudahan saja bisa dijadikan contoh serta tauladan bagi kampus-kampus lainnya di Indonesia untuk melakukan hal serupa terkait dengan upaya kita semua sebagai masyarakat yang peduli akan pengembangkan dunia pendidikan melalui blogging media.

Pertumbuhan blogging media yang melesat begitu cepat bahkan sudah hampir melewati mainstream media saat ini, telah menjadikan blog sebagai bagian dari sebuah fenomena baru dan media alternatif terkini bahkan terfavorit bagi masyarakat kita, yang memang sudah saatnya untuk “melekInformation and Communication Technology (ICT), apalagi bagi para mahasiswa dan para pendidik-nya yang termasuk dalam golongan intelektual.

Di Indonesia sendiri, perkembangan blog di Indonesia sejak 2 (dua) tahun terakhir ini tak bisa dibendung lagi, apalagi sejak sukses digelarnya “Pesta Blogger I” pada tanggal 27 Oktober 2007 lalu di Jakarta, keberadaan para “blogger” dan komunitasnya di Indonesia saat ini semakin diakui eksistensinya oleh pemerintah.

Pemerintah melalui perwakilannya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Muhammad Nuh, mengapresiasikan dunia blogging ditanah air dan menetapkan bahwa tanggal 27 Oktober 2007 merupakan tonggak lahirnya komunitas blogger di Indonesia dan akan di peringati setiap tahunnya sebagai “Hari Blogger Nasional”.

Di era seperti sekarang ini, adalah sebuah keharusan bagi kita semua sebagai mahluk sosial yang juga aktif melakukan social networking, untuk ikut mengetahui mahluk jenis apakah “blog” itu? Ya, mahluk yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh setiap orang dibelahan dunia manapun!…

Anda ingin tahu lebih mendalam apa dan bagaimanakah “blog” itu???…. So, jangan lewatkan kesempatan “Kompasiana Blogshop Goes to Bandung”, di ITB Sabtu, 05 September 2009 mendatang!!!….

Salam be-blog

www.yulyanto.com

Chappy Hakim (Mantan KSAU), Akhirnya Meninggalkan “Dunia Hitam”

August 30, 2009 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, News, Uncategorized, blogger, kompasiana, motivation

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-223Tentunya kita semua pernah mendengar nama “Anton Medan”, seorang mantan preman dan residivis yang sudah berulang kali bolak-balik memasuki jeruji besi alias penjara akibat ulahnya yang selalu identik dengan “Dunia Hitam”.

Entah kondisi apa yang menyebabkan seorang “Anton Medan” berhasil merubah total dirinya dari seorang (maaf) “penjahat”, hingga akhirnya menjadi seorang “Da’i” yang cukup kondang dengan berkeliling kemana-mana untuk mensyiarkan agama.

Dunia Hitam” yang dulu sangat identik dengan image diri dari seorang “Anton Medan”, kini mampu dihapusnya dengan menjadi seorang “Da’i” dan selalu berceramah mengenai agama dimana-mana. Saat ini ia memang sudah berhasil untuk meninggalkan “Dunia Hitam” yang pernah digelutinya sejak dulu.

Ada kesamaan antara “Anton Medan” dengan seorang “Chappy Hakim” (mantan KSAU yang kini menjadi blogger), yakni sama-sama meninggalkan “Dunia Hitam”. Bedanya adalah, kalau “Anton Medan” meninggalkan “Dunia Hitam” dalam sudut pandang kejahatan, namun seorang “Chappy Hakim” meninggalkan “Dunia Hitam” dalam arti tidak lagi mengecat rambutnya menjadi hitam.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-322Bahasa kiasan tersebut dilontarkan oleh Chappy Hakim saat berlangsungnya acara “Bedah Buku Cat Rambut Orang Yahudi (CROY)” melalui onair di Radio Sonoro (92.00 FM), mulai jam 11.00-12.00WIB, dan juga melalui offair di Gramedia Grand Indonesia LT. 2, mulai jam 12:00-14:00WIB.

Ya, seorang Chappy Hakim memang benar-benar sudah meninggalkan “Dunia Hitam”, saat “Cucu’ pertamanya lahir kedunia ini pada tanggal 28 Oktober 2008 lalu. Alasannya sederhana saja, yakni agar kelak cucunya bisa membedakan mana Ayahnya dan mana Kakeknya.

Sebagaimana juga disampaikan dalam salah satu judul tulisannya “Cat Rambut” pada buku pertamanya hasil ngeblog di Kompasiana, bahwa sejak SMA rambutnya memang sudah memiliki masalah dengan munculnya uban. Oleh karena itu sejak bertugas di Makasar (1995), mengecat rambut agar tetap gagah sekaligus untuk menjaga penampilan adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukannya, meskipun sebenarnya kurang disukainya.

Kondisi ini (mengecat rambut) terus terjadi hingga usianya memasuki masa pensiun (purna tugas) sejak tahun 2005 lalu. Sejak masa pensiun Chappy Hakim memang sempat berpikir untuk meninggalkan aktifitasnya untuk mengecat rambut, namun muncul lagi perasaan mengganggu.

Ada perasaan, kok setelah pensiun malah jadi “frustasi” karena beda penampilan? Selain itu, Chappy Hakim juga ingin tetap menunjukkan kepada para juniornya bahwa sebenarnya ia still going steady, meskipun sudah memasuki masa pensiun, artinya kegiatan “Cat Rambut” seorang Chappy Hakim must be continue.

Saya benar-benar baru meninggalkan “Dunia Hitam” saat anak saya melahirkan anaknya yang pertama (baca: cucu)”, ujarnya disela-sela menjawab pertanyaan dari rekan-rekan blogger yang hadir dalam acara bedah buku tersebut. Dunia hitam yang dimaksud seorang Chappy Hakim disini adalah aktifitas menghitamkan rambut alias mengecat rambut.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-20Acara yang berlangsung cukup meriah tersebut dimoderatori oleh admin dan pendiri Kompasiana, sekaligus editorial buku CROY, Pepih Nugraha, dan juga dihadiri oleh lebih dari 50 orang audience dari berbagai kalangan termasuk para blogger.

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pengurus bloggerbekasi.com (Wijaya Kusumah, Aris Heru Utomo, Yulyanto dan Rawi Wahyudiono), yang saat ini sedang mempersiapkan acara “launching” komunitas blogger pertama di Kota Bekasi yang juga sedianya akan mengundang rekan-rekan blogger Kompasiana (termasuk Chappy Hakim dan Pepih Nugraha) serta blogger-blogger kenamaan di Tanah Air.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-101Sebagai sesama blogger, pada akhir acara tersebut, komunitas bloggerbekasi.com juga menyampaikan kesediaannya kepada pihak Kompas Gramedia untuk menjadi salah satu “tim sukses” buku karya Chappy Hakim ini, saat melakukan roadshowBedah Buku” berikutnya di Kota Bekasi.

Salam Sukses Buat Pak Chappy Hakim!….

Yulyanto

(pengurus www.bloggerbekasi.com)

Indahnya Puasa (1): “Hemat Bukan Pelit”

August 21, 2009 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, Renungan, kompasiana, ramadhan

Setahun yang lalu saya pernah diundang sebagai nara sumber sebuah acara menyambut bulan Ramadhan, yang bertajuk “Indahnya Puasa” oleh sebuah stasiun televisi (TV) swasta yang tergolong masih baru (masih siaran percobaan) namun menurut saya cukup prospektif, yaitu Televisi Nusantara (TVN) yang Production House (PH) nya berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Mungkin anda berpikir kok jauh sekali yach PH-nya? Padahal kantor pusatnya ada dikawasan sentra bisnis ternama di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Sebenarnya bukanlah hal yang aneh mengapa Cikarang yang dipilih oleh TVN sebagai salah satu markas mereka.

Hal ini tentunya terkait dengan rencana pemerintah yang akan menjadikan kawasan Cikarang, tepatnya di Jababeka II, sebagai “The first one stop film and TV industry centre in Indonesia” atau nantinya akan lebih dikenal dengan sebutan “Hollywood-nya Indonesia” (informasi lebih lengkapnya bisa anda lihat pada link diatas, yaitu saat saya menghadiri launching acara tersebut).

Acara tersebut tayang sambil menunggu Adzan Maghrib terjelang. Bersama komedian senior, mas Unang, selebritis cantik dan tersohor, mba Devi Permatasari), dan jebolan Akademi Pelawak Indonesia (API) Ragil (Indra) yang kocak abis serta dengan di iringi oleh “Simple Band” yang saat ini (mungkin) sudah hampir menelorkan dua album sebagai guest star-nya, menjadikan acara tersebut semakin hidup dan penuh warna.

Dikemas dalam sebuah tema acara yang menarik (menurut saya), yaitu “Hemat Bukan Pelit”, menjadikan tayangan pada episode tersebut menjadi lebih bermakna, dimana kita bisa belajar “sesuatu” hal yang positif, sambil menunggu waktu “ngabuburit” serta menanti suara bedug maghrib mulai berkumandang yang menandai saatnya berbuka puasa.

Sekilas, sebagian orang awam mungkin berpendapat bahwa orang hemat itu sama dengan pelit, tidak keliru memang, karena mereka hanya melihat dalam satu sudut pandang yaitu “efisien dalam mengeluarkan uang”, namun jika kita kaji lebih mendalam ternyata hemat itu sama sekali berbeda dengan pelit, mengapa demikian? berikut ini adalah analogi yang dapat saya sampaikan:

Pelit:

  • Saat kita memiliki kesempatan untuk menggunakan berbagai macam alternatif transportasi umum (misalnya: taxi, busway, bajaj, ojek motor, mikrolet, dsb) untuk pergi kesebuah lokasi, kita akan memilih transportasi umum yang paling sedikit mengeluarkan biaya (misalnya: mikrolet), tanpa mempertimbangkan aspek kebutuhan serta manfaat yang akan kita terima dari pilihan kita tersebut.
  • Seorang yang pelit, berusaha untuk tidak mengeluarkan uang, meskipun untuk diri sendiri, apalagi jika harus mengeluarkan uang untuk kepentingan orang lain (sering disebut sebagai orang yang kikir).

Hemat:

  • Saat kita memiliki kesempatan untuk menggunakan berbagai macam alternatif transportasi umum (misalnya: taxi, busway, bajaj, ojek motor, mikrolet, dsb) untuk pergi kesebuah lokasi, kita akan memilih transportasi umum yang paling sedikit mengeluarkan biaya (misalnya: mikrolet), namun tetap dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan serta manfaat yang akan kita terima dari pilihan kita tersebut (proporsional)
  • Seorang yang hemat, mungkin saja akan memilih naik taxi ketimbang mikrolet, jikalau dirasakan ada faktor-faktor tertentu (dengan menggunakan logika) yang jika dengan menggunakan taxi manfaat yang di dapatkan sesuai dengan tingkat kebutuhannya pada saat itu (misalnya: harus menghadiri undangan pejabat, terkait dengan kenaikan pangkat-nya).
  • Seorang yang hemat, rela mengeluarkan uang Rp. 1.000.000 untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan manfaat yang di inginkannya, namun ia tidak akan rela mengeluarkan uang, meskipun hanya Rp. 1.000 untuk sesuatu hal yang sama sekali tidak dibutuhkan.

Berdasarkan analogi yang saya sampaikan tersebut, bisa disimpulkan bahwa definisi hemat dan pelit kurang lebih adalah sebagai berikut:

Pelit:

  • Tidak ada pengeluaran untuk orang lain, apalagi jika dirasa pengeluaran yang dilakukan tidak akan mendatangkan manfaat baginya (bersifat egosentris).
  • Orang pelit cenderung sombong, karena sifat dasarnya yang sangat egosentris tadi, mementingkan diri sendiri, tidak pernah memikirkan bagaimana nasib orang lain meskipun bisa membantu.
  • Jika menggunakan sesuatu (listrik, air, dsb) dipakai sesedikit mungkin, tanpa mempertimbangkan aspek lainnya (logika berpikir).
  • Salah satu ciri orang yang pelit adalah tidak memiliki teman, karena biasanya mereka sangat khawatir dimintai pinjaman uang oleh temannya tersebut.

Hemat:

  • Menggunakan sesuatu (uang) dengan cermat dan berhati-hati agar tidak lekas habis.
  • Tidak ada pengeluaran untuk hal-hal yang tidak sedang dibutuhkan, bisa menempatkan setiap pengeluaran sesuai dengan porsinya (proforsional).
  • Hemat merupakan sikap dasar yang dalam memanfaatkan sesuatu akan dilakukan secara efektif dan efisien.
  • Jika menggunakan sesuatu (listrik, air, dsb) dipakai seperlunya (sesuai dengan kebutuhan), karena biasa berpikir dengan menggunakan logika
  • Salah satu ciri orang yang hemat adalah sudah memiliki tabungan

Sementara itu jika kita coba mengkaji lebih dalam lagi, HEMAT menurut ALQUR’AN adalah sebagaimana sudah disampaikan melalui Surat Al-Furqan, ayat ke 67, yang mengatakan sebagai berikut:: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”.

Sedangkan HEMAT menurut HADITS, adalah sebagaimana disampaikan melalui HR. Ahmad yang menyatakan sebagai berikut: “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan dengan pertengahan, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga pada hari dia miskin dan membutuhkannya. Dan “Tidak akan miskin orang yang bersikap pertengahan dalam pengeluaran.”

Salah seorang sastrawan ternama di Indonesia, Buya Hamka (Alm.), juga pernah melakukan pendefinisian terhadap HEMAT dan PELIT, yaitu sebagaimana disampaikan sebagai berikut: “Jangan serupakan diantara Hemat dan Bakhil (Pelit), karena orang yang hemat memperhitungkan perbelanjaannya, uang masuk dan uang keluar dengan tujuan apabila perlu dapat membelanjakan harta itu menurut yang sepatutnya. Tetapi orang yang bakhil mengumpulkan harta dengan tujuan semata-mata hanya menumpuknya. Orang yang Hemat mengatur hartanya, orang yang Bakhil (Pelit) diatur oleh hartanya“.

Demikian sedikit ulasan saya mengenang bulan Ramadhan tahun lalu (2008), tulisan diatas tidak bermaksud untuk menggurui, dan hanya sekedar sharing diantara kita sebagai sesama blogger, semoga bisa bermanfaat buat kita semua, Amin.

Terkait dengan bulan Ramadhan yang akan kita jalankan esok hari, maka dalam kesempatan yang sangat baik ini, dengan segala kerendahan hati serta keikhlasan, kami sekeluarga ingin mengucapkan: MARHABAN YA RAMADHAN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN” atas semua kekhilafan dan kelalaian yang pernah kami lakukan, baik itu secara langsung maupun tidak langsung (termasuk melalui dunia maya), semoga Allah berkenan mengampuni semua dosa-dosa kita semua dan memberikan Barokahnya di Bulan yang penuh Hikmah ini.


Wa
ssalamu’alaikum Wr. Wb,

Yulyanto & Keluarga (www.yulyanto.com)

Pre-launching “bloggerbekasi.com” (BBC): Menembus Tapal Batas!

August 18, 2009 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, Uncategorized, kompasiana

Cikal Bakal Bloggger Ditanah Air

blogPerkembangan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology/ ICT) saat ini telah membawa pengaruh yang sangat signifikan terhadap budaya kehidupan bangsa dan negara kita. Salah satunya adalah pertumbuhan blogging media yang (mungkin) saja, suatu saat nanti bisa menggantikan peran main stream media saat ini.

Potensi para blogger yang kini tersebar di berbagai daerah dan kalangan, telah menjadikan blogging media semakin berperan cukup penting dalam setiap kesempatan. Dari yang mulanya hanya sekedar hobi, blog saat ini sudah mengalami perluasan yang cukup signifikan. Selain sebagai media sosial networking, saat ini blog juga banyak dijadikan sebagai lahan bisnis bagi sebagian masyarakat yang “melek” ICT.

Blog telah membuat hilangnya batasan antara selebritis dan para fans-nya, bahkan para politikus pun tak mau ketinggalan untuk ikut terlibat dengan membuat blog sebagai personal branding dan alternatif media untuk melakukan kampanye. Akses tanpa batas adalah salah satu kekuatan yang dimiliki oleh blogging media untuk menembus batas-batas formil yang selama ini (mungkin) masih ada dan sudah tidak relevan lagi untuk di implementasikan.

Sementara itu, perkembangan blog di Indonesia sejak 2 (dua) tahun terakhir ini tak bisa dibendung lagi, apalagi sejak sukses digelarnya “Pesta Blogger I” pada tanggal 27 Oktober 2007 lalu di Jakarta, keberadaan para “blogger” dan komunitasnya di Indonesia saat ini semakin diakui eksistensinya oleh pemerintah.

Pemerintah melalui perwakilannya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Muhammad Nuh, mengapresiasikan dunia blogging ditanah air dan menetapkan bahwa tanggal 27 Oktober 2007 merupakan tonggak lahirnya komunitas blogger di Indonesia dan akan di peringati setiap tahunnya sebagai “Hari Blogger Nasional”.

Dengan ditetapkannya tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional”, maka pemerintah diharapkan bisa menjadi fasilitator dan secara konsisten turut mendukung perkembangan blog ditanah air, tentunya dengan tetap mengacu dan sejalan dengan tujuan nasional, tanpa harus membatasi kebebasan ngeblog para blogger, terutama untuk hal-hal yang bersifat positif demi kemajuan bangsa dan negara.

Langkah Nyata Blogger Kota Bekasi dan Sekitarnya

bekasi11111Sebagai salah satu pusat bisnis terbesar dengan jumlah penduduk hampir mencapai 3 (tiga) juta jiwa yang berbatasan langsung dengan Ibukota Negara Republik Indonesia (RI), Jakarta, tentunya blogger-blogger yang lahir dan menetap atau yang terkait dengan wilayah Kota Bekasi (baik langsung maupun tidak langsung), juga tigak ingin ketinggalan dan akan ikut mengambil bagian dalam perkembangan blog di tanah air.

Salah satu langkah nyata yang saat ini telah dilakukan oleh para blogger Kota Bekasi terkait dengan perkembangan blog ditanah air adalah dengan cara mendirikan sebuah komunitas agregator blogger Kota Bekasi (www.bloggerbekasi.com) sebagai alternatif media terkini yang akan digunakan oleh kita semua, seluruh masyarakat Kota Bekasi agar bisa ikut menjadi bagian dalam membangun Kota Bekasi yang kita cintai, baik pada saat ini maupun pada masa-masa yang akan datang.

Lahirnya bloggerbekasi.com

mp17 Agustus 1945 yang lalu para pejuang bangsa Indonesia yang diwakili oleh Bung Karno dan bung Hatta berhasil mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia dari jajahan Jepang. Deklarasi tersebut pada akhirnya membawa kita semua, rakyat Indonesia, bisa menikmati alam kemerdekaan hingga saat ini.

64 tahun kemudian, 17 Agustus 2009, bertempat di Bekasi Cyber Park (BCP), para blogger yang berdomisili dan memiliki hubungan dengan Kota Bekasi dan sekitarnya, sepakat untuk mengambil moment patriotik tersebut sebagai tonggak lahirnya komunitas bloggerbekasi.com.

Membentuk sebuah komunitas blogger, sebenarnya bukanlah hal yang baru, bahkan untuk saat ini merupakan hal yang biasa saja. Lalu apa istimewanya dengan komunitas bloggerbekasi.com yang baru saja mendeklarasikan lahir pada tanggal 17 Agustus 2009 ini? Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa bloggerbekasi.com menjadi terlihat lebih istimewa, ketimbang komunitas-komunitas blogger lainnya:

Cita-Cita Dibentuknya bloggerbekasi.com

citaSejak awal terbentuknya, kami para pendiri dan pengurus bloggerbekasi.com sepakat untuk membuat sebuah komunitas blogger yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya sekedar kumpul-kumpul dan berbagi cerita saja, kami ingin komunitas ini benar-benar bisa “menjadikan budaya “blog” sebagai salah satu media alternatif untuk menyampaikan informasi melalui jurnalisme warga (citizen journalism), agar bisa berperan aktif dan ikut serta untuk memajukan Kota Bekasi dan sekitarnya kearah yang lebih baik lagi”.

Tujuan Dibentuknya bloggerbekasi.com

sasaranKomunitas blogger Kota Bekasi yang dibentuk ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat umum yang berdomisili, lahir, keturunan, sekolah, bekerja, ataupun hanya sekedar tertarik dengan Kota Bekasi dan sekitarnya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Melalui komunitas blogger Kota Bekasi ini, diharapkan akan tercipta sinergi antara penduduk (masyarakat) sebagai blogger dengan Pemerintah Kota Bekasi sebagai pengelola Kota Bekasi. Selain itu, peran para blogger yang nantinya akan bergabung untuk membentuk sebuah komunitas blogger terbesar di Kota Bekasi ini, bisa menjadi sebuah langkah awal dan alternatif media untuk menampung saran dan masukan positif terkait dengan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Corporate Gorvernment/GCG), yang pada akhirnya bisa ikut berperan serta dalam membangun dan memajukan Kota Bekasi.

Apa Saja Yang Akan Dilakukan Oleh bloggerbekasi.com

ngeblogTerkait dengan komunitas blogger Kota Bekasi yang telah kami bentuk tersebut, berikut ini adalah program kerja yang akan kami lakukan untuk mencapai cita-cita dan tujuan sebagaimana telah kami sampaikan diatas:


  1. Melakukan pelatihan (training) bagi masyarakat umum Kota Bekasi dan Sekitarnya mengenai blog bekerjasama dengan Kompasiana.com (Kompas.com) secara berkala.
  2. Melakukan pelatihan (training) bagi siswa/ siswi Sekolah Menengah Umum (SMU) dan sederajat dalam wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya mengenai blog bekerjasama dengan Kompasiana.com (Kompas.com) secara berkala.
  3. Membuat perlombaan mengenai potensi-potensi yang dimiliki oleh Kota Bekasi dan sekitarnya dalam bentuk tulisan (artikel), yang nantinya akan dipublikasikan melalui blog www.bloggerbekasi.com.
  4. Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (baik pemerintah maupun swasta) yang berada dalam kawasan wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya terkait dengan even-even penting yang perlu diketahui oleh publik.
  5. Membantu pihak-pihak terkait (baik pemerintah maupun swasta) yang berada dalam kawasan wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya, terkait dengan promosi-promosi mengenai hal-hal tertentu (misal: wisata, kuliner, dan sebagainya).
  6. Mengadakan bakti sosial (secara berkala), bekerjasama dengan masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi, sekaligus untuk menjalin tali silaturahmi.

Siapa Saja Yang Menjadi Pengurus bloggerbekasi.com

wawBerikut ini adalah daftar pengurus yang sepenuhnya akan bertanggung jawab atas dibentuknya komunitas blogger Kota Bekasi ini, yaitu sebagai berikut: Dewan Penasihat: Wijaya Kusumah, Amril Taufik Gobel; Ketua: Aris Heru Utomo; Wakil Ketua: Eko Sutrisno; Sekretaris: Yulyanto; Hubungan Masyarakat: Rawi Wahyudiono; Administator: Irfan Zj; Design Kreatif: Puti Karina Puar. Profile lengkap mengenai pengurus bloggerbekasi.com, bisa diakses melalui halaman pengurus pada blog bloggerbekasi.com.

Akhir kata,

thanksSemoga saja, usaha yang telah kami lakukan ini, yaitu dengan membentuk sebuah komunitas blogger di Kota Bekasi akan mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kota Bekasi dan juga bisa membawa manfaat positif bagi masyarakat Kota Bekasi khususnya, dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Mohon dukungan dari semua pihak, Amin….

Salam bloggerbekasi.com (BBC)

Yulyanto (www.yulyanto.com)

WS Rendra Masih Hidup!…

August 15, 2009 By: yulyanto Category: News, blogger, kompasiana, motivation

2009-08-14-mengenang-ws-rendra-37Baru seminggu yang lalu (06/08/09) kita kehilangan seorang pujangga puisi, yang terkenal dengan sebutan si “Burung Merak”, siapa lagi kalau bukan Wahyu Sulaeman Rendra atau yang terlahir dengan nama Willibrordus Surendra Broto Rendra (WS Rendra).

Kepergiannya yang sangat mendadak, beberapa hari setelah meninggalnya (04/08/09) Mbah Surip “Tak Gendong”, cukup menggemparkan para pujangga dan pecinta puisi serta dunia sastrawan di tanah air kita.

Siapa yang tidak mengenal sosok WS Rendra?… Sejak jaman Orde Baru hingga Era Reformasi, karya-karyanya terus mengalir tanpa mengenal lelah dan rasa takut sedikitpun terhadap siapapun, termasuk para penguasa yang seringkali menentang dan mengecam hasil karyanya.

(more…)

Bisu dan Tuli, Bukanlah Halangan Untuk Menjadi Seorang Blogger!

August 09, 2009 By: yulyanto Category: Belajar, News, Special Event, blogger, kompasiana, motivation

blogshopSeperti biasanya, Blogshop Kompasiana yang merupakan agenda rutin bulanan Kompasiana.com kembali diselenggarakan pada hari Sabtu kemarin (08/08/09). Blogshop tersebut adalah kali yang ke-empat (termasuk roadshow Blogshop Kompasiana di Cikarang) yang berhasil diselenggarakan oleh tim Kompasiana.com dengan baik dan cukup sukses.

Berdasarkan jadwal rutinnya, seharusnya Blogshop Kompasiana kali ini diselenggarakan pada tanggal 01 Agustus 2009 lalu, namun karena berbarengan dengan acara peluncuran buku “Cat Rambut Orang Yahudi” karya Chappy Hakim di Airman Planet, Hotel Sultan, Jakarta, akhirnya tim Kompasiana.com menunda kegiatan rutin bulanan tersebut, dan merubahnya hingga menjadi tanggal 08 Agustus 2009.

Dari 40 orang peserta yang sudah mendaftar online, ternyata tidak lebih dari setengahnya yang benar-benar hadir pada acara Blogshop Kompasiana yang ke-empat kali ini. Meskipun tidak begitu banyak pesertanya, namun antusiasme para peserta mengenai dunia blogging kelihatan masih cukup tinggi, hal ini bisa dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para nara sumber.

(more…)

“Ngeblog”, Bukti Cinta Tanah Air Seorang Chappy Hakim!

August 03, 2009 By: yulyanto Category: blogger, competition, kompasiana

bukuBeberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel yang berkenaan dengan terbukanya peluang serta kemungkinan bagi kita semua, para blogger Kompasiana untuk membukukan artikel-artikelnya, yang (menurut saya) hingga saat ini masih berserakan dan tidak beraturan, untuk menjadi sebuah mahakarya dalam bentuk “buku”.

Munculnya penulis-penulis baru dan penulis kenamaan yang tulisannya seringkali kita temui pada berbagai media main stream untuk bergabung menjadi seorang blogger pada Kompasiana, semakin hari semakin menambah maraknya postingan-postingan berkualitas yang rasanya teramat sayang sekali jika harus dilewatkan untuk dibaca.

Bukan itu saja, kehadiran para blogger dari kalangan selebritis, pejabat pemerintahan dan para professional yang dengan sukarela ngeblog di Kompasiana saat ini, juga telah membawa Kompasiana menjadi salah satu alternatif blogging media yang cukup diperhitungkan keberadaannya ditanah air kita.

Hal ini dapat dibuktikan dengan eksistensi tulisan-tulisan yang sebelumnya telah diposting pada halaman Kompasiana, seringkali digunakan sebagai bahan rujukan bagi berbagai media di Indonesia, baik itu dari kalangan mainstream media maupun blogging media.

(more…)