born to be a writer

keep your desire-increase your capability-find out your opportunity-combine all of them in your life to be succesful
Subscribe

Auto Rejection Baru, Efektif Senin (19/01/09)

January 18, 2009 By: yulyanto Category: Asia Blogging Network, government, investasi, News, Stock Market

Berdasarkan Surat Edaran No. SE-00001/BEI-PSH/01-2009, mulai hari Senin (19/01/09), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku otoritas pasar modal selaku akan menerapkan mekanisme penghentian perdagangan saham secara otomatis (auto rejection) simetris terhadap para emiten.

 

Beberapa hal yang disampaikan melalui Surat Edaran tersebut diantaranya adalah: Pertama, mengenai Acuan Harga yang digunakan untuk pembatasan harga penawaran tertinggi atau terendah di Pasar Reguler dan Pasar Tunai atas saham yang dimasukkan ke Jakarta Automatic Trading System (JATS) ditentukan sebagai berikut: (a) menggunakan harga pembukaan (opening price) yang terbentuk pada sesi pra-pembukaan; atau (b) menggunakan harga penutupan di Pasar Reguler pada hari bursa sebelumnya (previous price) apabila opening price tidak terbentuk.


(more…)

Besaran Auto Rejection Naik Menjadi 20%

November 03, 2008 By: yulyanto Category: Asia Blogging Network, Indonesia Business, investasi, News, saham, Stock Market

Sejak Jum’at (31/10/08) pekan lalu PT Bursa Efek Indonesia telah mengubah besaran persentase Auto Rejection (penolakan otomatis) harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang semula 10% di atas atau di bawah harga acuan menjadi 20% untuk acuan batas atas dan 10% untuk acuan batas bawah.

 

(more…)

Auto rejection masih bertengger di angka 10%

October 16, 2008 By: yulyanto Category: Asia Blogging Network, economy, government, Indonesia Business, investasi, News, saham, Stock Market

Melihat pergerakan Indeks Dow Jones yang kembali terkoreksi pada perdagangan bursa (14/10/08) kemarin setelah sempat mengalami rebound tertinggi sepanjang 75 tahun terakhir pada perdagangan lusa kemarin (13/10/08), otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) belum berani untuk menaikkan patokan auto rejection lebih besar dari angka 10%.

 

Keputusan tersebut diambil mengingat masih terjadinya kekhawatiran pasar yang belum stabil dan masih dipengaruhi oleh resesi global yang belum reda, meskipun miliaran dollar sudah dikucurkan oleh beberapa bank sentral di dunia guna meredam krisis keuangan global yang sedang mengancam perekonomian saat ini.

 

(more…)