born to be a writer

keep your desire-increase your capability-find out your opportunity-combine all of them in your life to be succesful
Subscribe

Tour de’ France (2): Menikmati Perjalanan Jakarta-Hongkong!

May 24, 2010 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, Wisata

Ayaah, ayoo… aik awatnya, dika au ke ‘ancis……, dika au ikut!….”, tersenyum campur terharu saya mendengar ucapan anak saya yang belum menginjak usia 3 (tiga) tahun itu, saat bersama bundanya mengantar keberangkatan saya ke Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka menjalankan dinas kantor selama 10 (sepuluh) hari di Perancis.

Beberapa kali ketika terlihat pesawat dari kejauhan ia selalu berteriak, “itu awatnya!……ayoo ayaah…, ikuut??….”, padahal baru pada hari keberangkatan tersebut ia saya beritahukan tentang rencana kepergian saya ke Perancis. Saya sempat menyampaikan kepadanya:“Ayah mau ke Perancis, kerja!, Dika jaga Bunda dirumah ya??……” eh…, ternyata dia sudah hafal ayahnya mau kemana, akibatnya selama dibandara ia tidak mau lepas dari pelukan saya.

(more…)

Citizen Journalism (1): “Eiffel, I’m (still) in Love!!…”

January 21, 2010 By: yulyanto Category: Citizen Journalism, kompasiana, Renungan

imagesMasih ingat dengan judul film “Eiffel, I’m in Love”..? Ya, itu adalah sebuah judul film layar lebar karya sutradara Nasri Cheppy, yang mengadopsi cerita dari novel best seller karya Rachmania Arunita. Setelah kesuksesan film layar lebar “Ada Apa Dengan Cinta (AADC)”, menurut saya film ini juga termasuk salah satu dari film layar lebar bertema sejenis yang cukup sukses dipasar perfilman Indonesia, mengingat banyak remaja pada masanya yang cukup menggandrungi film tersebut.

Sesuai dengan judulnya, “Eiffel, I’m in Love” mengambil latar belakang lokasi syuting yang bertempat di monumen paling bersejarah dan sangat fenomenal, “Menara Eiffel” di Kota Paris (Perancis) yang juga merupakan salah satu primadona pariwisata di salah satu kawasan uni-Eropa tersebut.

Selain lokasi syutingnya, soundtrack hasil besutan dari pasangan musisi Melly Guslaw dan Anto Hoed juga mampu membuat film yang diperankan oleh bintang berbakat Sandy Aulia dan Samuel Rizal tersebut benar-benar berhasil membawa para penonton kedalam aura kehangatan negeri Perancis dimana “Menara Eiffel” berdiri dengan megahnya.

(more…)

Kompasiana Blogshop: “Menebar Virus Blogging di Institut Teknologi Bandung (ITB)”

September 07, 2009 By: yulyanto Category: blogger, kompasiana, motivation, News, Special Event

Kita tentu sudah sangat mengenal Institut Teknologi Bandung (ITB), sebuah Universitas yang tidak hanya terkenal di Indonesia, bahkan didunia. Ada ribuan bahkan hingga mencapai puluhan ribu orang dari berbagai daerah di tanah air dan di dunia yang berlomba-lomba setiap tahunnya untuk mendapatkan kursi sebagai mahasiswa/ mahasiswi di kampus favorit tersebut.

Ada banyak terobosan dalam dunia teknologi yang sudah dicapai oleh para mahasiswa dan alumni ITB, bahkan tidak sedikit juga dari mereka (alumni ITB), yang saat ini telah berhasil menduduki posisi-posisi penting dan strategis sebagai pejabat pemerintahan di Indonesia.

Kali ini kampus ITB, yang dipelopori oleh Rio Seto Yudoyono, salah seorang dosen dari Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI), kembali membuat sebuah terobosan terkini, sebagai kampus pertama yang mengundang tim Kompasiana.com untuk berbagi ilmu mengenaiblogging media melalui acara pelatihan blogshop sehari, yang bertajuk “Kompasiana Blogshop Goes to Campus (ITB)”.


Berbeda dengan roadshow Kompasiana blogshop sebelumnya, blogshop kali ini diwarnai oleh gagasan-gagasan cemerlang dari sang pelopor mengenai konsep dan teknis pelaksanaannya. Dalam sempitnya waktu, Rio Seto Yudoyono menyajikan beberapa ide terkini mengenai acarablogshop yang diadakan kali ini, diantaranya adalah rencanapenggunaan Quick Respose Code (QR Code) sebagai media publikasi dan informasi data para pesertanya.

Meskipun hal tersebut belum sempat direalisasikan padablogshop kali ini, namun ini adalah sebuah gagasan yang sangat brilian dan sangat berkorelasi sekali dengan kemajuan dunia Information dan Communication Technology (ICT) terkini.

Blogshop yang dihadiri kurang lebih 20 orang tersebut memang lebih diutamakan untuk para dosen, peneliti danstaf dari kalangan ITB. Menurut Rio Seto Yudoyono, ada banyak hal positif dan bermanfaat bagi mereka untuk melakukan publikasi dengan menggunakan blogging mediaterkait dengan banyaknya informasi yang mereka miliki dan hingga saat ini belum memiliki konsep publikasi yang memadai.

Selain itu blogging media juga diharapkan akan menjadi sebuah wadah interaksi positif bagi para dosen dengan para mahasiswa/ mahasiswi-nya, terkait dengan penyampaianInformation dan Communication Technology (ICT) dalam bidang pendidikan.

Sebagai nara sumber dalam “Kompasiana Blogshop Goes to Campus (ITB)” kali ini adalah Pepih Nugaraha, jurnalis senior Kompas.com, pendiri sekaligus admin Kompasiana.com, yang menyampaikan materi tentang “Menulis Cepat, Menarik dan Bermanfaat”.

Disusul oleh Iskandar Zulkarnaen(Iskandar Jet), copy writerKompas.com sekaligus adminKompasiana.com, yang berbagi pengetahuan mengenai dasar-dasarblog, dengan materi tentang “Memasuki Belantara Blog”, kemudian dilengkapi oleh Yulyanto, bloggerKompasiana.com dan Asia Blogging Network (ABN) yang memandu para peserta untuk melakukan praktek langsung bagaimana melakukan posting tulisan, upload gambar dan video pada halaman Kompasiana.com.

Yang tidak kalah menarik, dan cukup diminati oleh para peserta blogshop kali ini adalah, diakhir acara parablogger Kompasiana.com yang juga ikut hadir dalam blogshop ITB, berkenan untuk memberikan beberapatestimonial mengenai pengalaman mereka ngeblog di Kompasiana.com.

Para blogger Kompasiana.com yang berkenan hadir dan memberikan testimonial tersebut diantaranya adalah, Novrita, Aris Heru Utomo (ketua bloggerbekasi.com), Rawi Wahyudiono, Erwahyuni dan ditutup dengan sempurna oleh Wijaya Kusumah (omjay).

Acara blogshop yang diberi nama oleh Rio Seto Yudono sebagai “Inisiatif Techno Blogger” tersebut, baru dimulai pada pukul 13.30WIB dan berakhir sesaat sebelum adzan maghrib berkumandang dilingkungan Kampus ITB.

Rencananya dalam waktu dekat, pihak ITB yang diprakarsai oleh seorang blogger, Puti Karina Puar (Mahasiswi Semester-3, Teknik Geologi, ITB) juga akan mengadakan acara serupa untuk para mahasiswa/ mahasiswi dalam lingkungan kampus ITB.

Sebelum ditutup secara resmi, para peserta dan tim Kompasiana.comjuga sempat melakukan acara buka puasa bersama. Kemudian sebagai penutup, setelah melakukan photobersama antara para pesertabloghsop dan tim Kompasiana.com, pihak ITB yang diwakili oleh Rio Seto Yudono dan pihak Kompas.com yang diwakili oleh Pepih Nugraha, saling memberikan cinderamata terkait dengan acara yang baru saja dilangsungkan dengan cukup sukses.

Selamat buat Rio Seto Yudoyono dan pihak kampus ITB sebagai institusi, yang telah menjadi pelopor dalamroadshow Kompasiana Blogshop Goes to Kampus”!… Mudah-mudahan saja para peserta yang sudah hadir tersebut benar-benar akan menjadi aset bagi kampus ITB yang akan menerapkan konsep “Getok Tular” bagi para dosen dan mahasiswa/ mahasiswi, baik itu dalam lingkungan kampus ITB, maupun bagi kampus-kampus lainnya di Indonesia.

Selain itu, tentunya kita semua juga berharap agar sharing yang telah disampaikan saat blogshop kemarin bisa sejalan dengan apa yang dicita-citakan oleh pihak Kampus ITB, dan pastinya bisa memberikan manfaat serta kontribusi positif secara menyeluruh bagi dunia Pendidikan di Indonesia.

Salam Be-Blog,

www.yulyanto.com

“Kompasiana Blogshop Goes to Campus (ITB)”

September 03, 2009 By: yulyanto Category: kompasiana, motivation, News, Special Event

images-1Jika tak ada aral melintang, rencananya pada hari Sabtu pekan ini, tim Kompasiana.com bekerjasama dengan Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukaan roadshow “Kompasiana Blogshop Goes to Campus” di Kampus ITB, BandungJ.

Roadshow memasuki wilayah kampus adalah kali yang pertama bagi Blogshop Kompasiana, walaupun sebelumnya juga telah sukses menggelar roadshow untuk umum di Cikarang. Akhir pekan ini Kampus ITB akan menjadi kampus pertama yang menjadi tujuan roadshowKompasiana Blogshop Goes to Campus” oleh tim Kompasiana.com.

Kegiatan yang diprakarsai oleh seorang alumni Kompasiana Blogshop (Rio Seto Yudoyono) yang juga berprofesi sebagai seorang dosen pada Sekolah Teknik Elektro & Informatika ITB ini, rencananya akan berlangsung pada hari Sabtu, 05 September 2009. Acara akan dimulai tepat pada pukul 12:00WIB dan akan berakhir pada pukul 19:00 WIB, bertempat di Kampus STEI-ITB, Bandung.

Kompasiana Blogshop yang sudah menjadi agenda rutin bulanan tim Kompasiana.com, biasanya berlangsung mulai pukul 10:00WIB dan berakhir pada pukul 15:00WIB, namun dikarenakan acara ini diselenggarakan berbarengan dengan bulan Ramadhan, maka waktu acara blogshop di ITB ini akan dimundurkan hingga beberapa jam agar berdekatan dengan saat berbuka puasa, dan setelah Kompasiana Blogshop berakhir, rencananya akan dibarengi dengan acara “Buka Bersama”.

Inisiatif dari pak Rio, yang dipanggil SBY (Seto Bukan Yudhoyono) oleh Iskandar Jet ini, perlu kita hargai setinggi-tingginya dan mudah-mudahan saja bisa dijadikan contoh serta tauladan bagi kampus-kampus lainnya di Indonesia untuk melakukan hal serupa terkait dengan upaya kita semua sebagai masyarakat yang peduli akan pengembangkan dunia pendidikan melalui blogging media.

Pertumbuhan blogging media yang melesat begitu cepat bahkan sudah hampir melewati mainstream media saat ini, telah menjadikan blog sebagai bagian dari sebuah fenomena baru dan media alternatif terkini bahkan terfavorit bagi masyarakat kita, yang memang sudah saatnya untuk “melekInformation and Communication Technology (ICT), apalagi bagi para mahasiswa dan para pendidik-nya yang termasuk dalam golongan intelektual.

Di Indonesia sendiri, perkembangan blog di Indonesia sejak 2 (dua) tahun terakhir ini tak bisa dibendung lagi, apalagi sejak sukses digelarnya “Pesta Blogger I” pada tanggal 27 Oktober 2007 lalu di Jakarta, keberadaan para “blogger” dan komunitasnya di Indonesia saat ini semakin diakui eksistensinya oleh pemerintah.

Pemerintah melalui perwakilannya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Muhammad Nuh, mengapresiasikan dunia blogging ditanah air dan menetapkan bahwa tanggal 27 Oktober 2007 merupakan tonggak lahirnya komunitas blogger di Indonesia dan akan di peringati setiap tahunnya sebagai “Hari Blogger Nasional”.

Di era seperti sekarang ini, adalah sebuah keharusan bagi kita semua sebagai mahluk sosial yang juga aktif melakukan social networking, untuk ikut mengetahui mahluk jenis apakah “blog” itu? Ya, mahluk yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh setiap orang dibelahan dunia manapun!…

Anda ingin tahu lebih mendalam apa dan bagaimanakah “blog” itu???…. So, jangan lewatkan kesempatan “Kompasiana Blogshop Goes to Bandung”, di ITB Sabtu, 05 September 2009 mendatang!!!….

Salam be-blog

www.yulyanto.com

Chappy Hakim (Mantan KSAU), Akhirnya Meninggalkan “Dunia Hitam”

August 30, 2009 By: yulyanto Category: blogger, Citizen Journalism, kompasiana, motivation, News, Uncategorized

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-223Tentunya kita semua pernah mendengar nama “Anton Medan”, seorang mantan preman dan residivis yang sudah berulang kali bolak-balik memasuki jeruji besi alias penjara akibat ulahnya yang selalu identik dengan “Dunia Hitam”.

Entah kondisi apa yang menyebabkan seorang “Anton Medan” berhasil merubah total dirinya dari seorang (maaf) “penjahat”, hingga akhirnya menjadi seorang “Da’i” yang cukup kondang dengan berkeliling kemana-mana untuk mensyiarkan agama.

Dunia Hitam” yang dulu sangat identik dengan image diri dari seorang “Anton Medan”, kini mampu dihapusnya dengan menjadi seorang “Da’i” dan selalu berceramah mengenai agama dimana-mana. Saat ini ia memang sudah berhasil untuk meninggalkan “Dunia Hitam” yang pernah digelutinya sejak dulu.

Ada kesamaan antara “Anton Medan” dengan seorang “Chappy Hakim” (mantan KSAU yang kini menjadi blogger), yakni sama-sama meninggalkan “Dunia Hitam”. Bedanya adalah, kalau “Anton Medan” meninggalkan “Dunia Hitam” dalam sudut pandang kejahatan, namun seorang “Chappy Hakim” meninggalkan “Dunia Hitam” dalam arti tidak lagi mengecat rambutnya menjadi hitam.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-322Bahasa kiasan tersebut dilontarkan oleh Chappy Hakim saat berlangsungnya acara “Bedah Buku Cat Rambut Orang Yahudi (CROY)” melalui onair di Radio Sonoro (92.00 FM), mulai jam 11.00-12.00WIB, dan juga melalui offair di Gramedia Grand Indonesia LT. 2, mulai jam 12:00-14:00WIB.

Ya, seorang Chappy Hakim memang benar-benar sudah meninggalkan “Dunia Hitam”, saat “Cucu’ pertamanya lahir kedunia ini pada tanggal 28 Oktober 2008 lalu. Alasannya sederhana saja, yakni agar kelak cucunya bisa membedakan mana Ayahnya dan mana Kakeknya.

Sebagaimana juga disampaikan dalam salah satu judul tulisannya “Cat Rambut” pada buku pertamanya hasil ngeblog di Kompasiana, bahwa sejak SMA rambutnya memang sudah memiliki masalah dengan munculnya uban. Oleh karena itu sejak bertugas di Makasar (1995), mengecat rambut agar tetap gagah sekaligus untuk menjaga penampilan adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukannya, meskipun sebenarnya kurang disukainya.

Kondisi ini (mengecat rambut) terus terjadi hingga usianya memasuki masa pensiun (purna tugas) sejak tahun 2005 lalu. Sejak masa pensiun Chappy Hakim memang sempat berpikir untuk meninggalkan aktifitasnya untuk mengecat rambut, namun muncul lagi perasaan mengganggu.

Ada perasaan, kok setelah pensiun malah jadi “frustasi” karena beda penampilan? Selain itu, Chappy Hakim juga ingin tetap menunjukkan kepada para juniornya bahwa sebenarnya ia still going steady, meskipun sudah memasuki masa pensiun, artinya kegiatan “Cat Rambut” seorang Chappy Hakim must be continue.

Saya benar-benar baru meninggalkan “Dunia Hitam” saat anak saya melahirkan anaknya yang pertama (baca: cucu)”, ujarnya disela-sela menjawab pertanyaan dari rekan-rekan blogger yang hadir dalam acara bedah buku tersebut. Dunia hitam yang dimaksud seorang Chappy Hakim disini adalah aktifitas menghitamkan rambut alias mengecat rambut.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-20Acara yang berlangsung cukup meriah tersebut dimoderatori oleh admin dan pendiri Kompasiana, sekaligus editorial buku CROY, Pepih Nugraha, dan juga dihadiri oleh lebih dari 50 orang audience dari berbagai kalangan termasuk para blogger.

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pengurus bloggerbekasi.com (Wijaya Kusumah, Aris Heru Utomo, Yulyanto dan Rawi Wahyudiono), yang saat ini sedang mempersiapkan acara “launching” komunitas blogger pertama di Kota Bekasi yang juga sedianya akan mengundang rekan-rekan blogger Kompasiana (termasuk Chappy Hakim dan Pepih Nugraha) serta blogger-blogger kenamaan di Tanah Air.

2009-08-29-bedah-buku-chappy-hakim-101Sebagai sesama blogger, pada akhir acara tersebut, komunitas bloggerbekasi.com juga menyampaikan kesediaannya kepada pihak Kompas Gramedia untuk menjadi salah satu “tim sukses” buku karya Chappy Hakim ini, saat melakukan roadshowBedah Buku” berikutnya di Kota Bekasi.

Salam Sukses Buat Pak Chappy Hakim!….

Yulyanto

(pengurus www.bloggerbekasi.com)

Yulyanto: Blogger Kompasiana, Menyampaikan Testimoni (by Pepih Nugraha)

August 04, 2009 By: yulyanto Category: Belajar, blogger, News

yulyantoPada Sabtu 27 Juni 2009 lalu, Kompasiana menyelenggarakan Kompasiana Blogshop 2 di Lantai V Gedung Kompas-Gramedia Jalan Palmerah Selatan 26-28 Jakarta.

Ini merupakan kegiatan rutin bulanan dimana pengasuh Kompasiana melakukan sharing penulisan dan pembuatan blog, mulai desain sampai konten blog.

Berbeda dengan Kompasiana Blogshop pertama pada 30 Mei lalu yang diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa, Kompasiana Blogshop kali ini terbuka untuk umum.

Para peminat antusias mengikuti setiap pelatihan yang interaktif. Peserta langsung diberi kesempatan menulis apa saja seusai pelatihan dimana hasilnya kemudian dibahas satu persatu.

(more…)

“Ngeblog”, Bukti Cinta Tanah Air Seorang Chappy Hakim!

August 03, 2009 By: yulyanto Category: blogger, competition, kompasiana

bukuBeberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel yang berkenaan dengan terbukanya peluang serta kemungkinan bagi kita semua, para blogger Kompasiana untuk membukukan artikel-artikelnya, yang (menurut saya) hingga saat ini masih berserakan dan tidak beraturan, untuk menjadi sebuah mahakarya dalam bentuk “buku”.

Munculnya penulis-penulis baru dan penulis kenamaan yang tulisannya seringkali kita temui pada berbagai media main stream untuk bergabung menjadi seorang blogger pada Kompasiana, semakin hari semakin menambah maraknya postingan-postingan berkualitas yang rasanya teramat sayang sekali jika harus dilewatkan untuk dibaca.

Bukan itu saja, kehadiran para blogger dari kalangan selebritis, pejabat pemerintahan dan para professional yang dengan sukarela ngeblog di Kompasiana saat ini, juga telah membawa Kompasiana menjadi salah satu alternatif blogging media yang cukup diperhitungkan keberadaannya ditanah air kita.

Hal ini dapat dibuktikan dengan eksistensi tulisan-tulisan yang sebelumnya telah diposting pada halaman Kompasiana, seringkali digunakan sebagai bahan rujukan bagi berbagai media di Indonesia, baik itu dari kalangan mainstream media maupun blogging media.

(more…)

Mempercepat Pengembangan Perbankan Syariah melalui Konsep “Marketing Mix”

July 31, 2009 By: yulyanto Category: bank, competition, government, kompasiana, Syariah

Perbankan Syariah: Sebuah Pengantar

bank4Adalah sebuah persepsi yang salah jika sebagian dari kita (mungkin) berpendapat bahwa sistem perbankan ataupun perekonomian yang berazaskan Islam (syariah) hanya identik dan diperuntukan khusus bagi penduduk muslim.

Fakta yang ada saat ini menunjukkan bahwa perkembangan dunia perbankan dan ekonomi yang berlandaskan sistem syariah juga berhasil diimplementasikan dengan baik pada negara-negara yang justru memiliki kaum muslim minoritas, seperti di Inggris dengan Europian Islamic Investment Bank (EIIB), di United State of America (USA) dengan University Islamic Bank Corporation (UBIC), di Thailand dengan Islamic Bank of Thailand (IBT) dan di Singapura dengan Islamic Bank of Asia (IBA).

Di Indonesia sendiri, perkembangan perbankan berbasiskan syariah dimulai oleh Bank Muamalat pada tahun 1992. Meskipun tidak secara ekplisit dinyatakan dalam Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, namun melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 1992 tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil, akhirnya terbentuk juga sebuah Bank Syariah pertama tersebut.

(more…)